Tautan-tautan Akses

Jelang Pemilu Nigeria, Parpol Utama Saling Tuduh Soal Boko Haram

  • Heather Murdock

Bangunan yang hancur setelah terjadi ledakan bom bunuh diri di tempat menonton piala dunia bersama di Damaturu, Nigeria (18/6/2014). Walaupun belum ada klaim, Boko Haram diduga terlibat dalam insiden itu.

Bangunan yang hancur setelah terjadi ledakan bom bunuh diri di tempat menonton piala dunia bersama di Damaturu, Nigeria (18/6/2014). Walaupun belum ada klaim, Boko Haram diduga terlibat dalam insiden itu.

Dengan semakin dekatnya Pemilu 2015, dua partai politik utama Nigeria saling tuduh atas pemberontakan Boko Haram di bagian utara.

Tokoh-tokoh politik di seluruh dunia sering memburuk-burukkan lawan mereka, dan di Nigeria juga tidak berbeda.

Dengan semakin dekatnya pemilu 2015, dua partai politik utama Nigeria saling tuduh atas pemberontakan Boko Haram di bagian utara.

Para analis mengatakan tidak ada partai yang sungguh-sungguh bersalah, tetapi politikus dari kedua partai mungkin ikut mendanai kelompok itu.

Dalam lima tahun ini, militan Boko Haram telah menewaskan ribuan orang, dan sementara pemilu tahun depan semakin dekat, pemberontakan tampaknya makin berkembang.

Lebih dari 2000 orang telah tewas tahun ini saja, dalam serangan di pasar-pasar, pangkalan militer, stasiun bus, dan bahkan di tempat-tempat menonton pertandingan sepak bola. Bulan April lalu, kelompok Islam radikal tadi menculik lebih dari 200 murid sekolah perempuan.

Di rumahnya, di Delta Niger, Ovie Joseph, seorang pemimpin lokal Partai Demokrasi Rakyat yang berkuasa, atau PDP, mengatakan, golongan oposisi mendanai kekerasan, dan berusaha membuat negara itu “kacau”.

“Ketika terjadi penculikan, Boko Haram dan lain-lain mengatakan itu cara untuk menjatuhkan partai yang berkuasa. Dan lawan politiknya-lah yang melakukan hal itu,” kata Joseph.

Joseph mengatakan kekuatan Boko Haram yang semakin bertambah merupakan bukti bahwa tokoh-tokoh politik yang kaya tentu mendukung kelompok itu.

Kelompok oposisi yang dimaksudnya adalah All Progressive Congress atau APC, sebuah partai besar yang dibentuk tahun lalu ketika beberapa partai oposisi bermunculan.

Para analis mengatakan kalau partai itu bisa mendukung seorang calon tunggal tahun depan, partai itu bisa menjadi saingan hebat bagi PDP, yang telah memerintah Nigeria sejak tahun 1999.

Christian Onodjacha adalah Wakil Sekretaris APC di wilayah Delta. Dia menuduh partai yang berkuasa gagal menghentikan pemberontakan.

“Apa yang mereka lakukan sekarang adalah melontarkan tuduhan kepada kami, menuduh bahwa kami terlibat. Tetapi kami tidak terlibat. Kami bukan alat keamanan federal. Merekalah yang bertugas,” kata Christian Onodjacha.

Tetapi sebagian analis mengatakan, dalam isu ini, kedua partai benar, tapi keduanya juga keliru.

Yan St – Pierre, CEO Badan Penasihat Keamanan yang berpusat di Berlin, MOSECON, mengatakan, para politikus mungkin tidak tertarik pada tujuan yang hendak dicapai Boko Haram, tetapi di Nigeria timur laut, anggota Boko Haram adalah orang-orang yang bersenjata.

Kelompok tersebut diperkirakan menguasai desa-desa di perbatasan-perbatasan Chad dan Cameroon, katanya, dan di daerah-daerah itu, menyelenggarakan pemilu pun harus mendapat bantuan dari Boko Haram.

Nama Boko Haram berarti “Pendidikan Barat adalah penuh dosa” dan kelompok itu telah mengancam Presiden Goodluck Jonathan. Tetapi kata St-Pierre, meskipun Boko Haram mungkin didukung oleh sistem politik yang korup, mereka barangkali tidak peduli siapapun yang menang dalam pemilu.
XS
SM
MD
LG