Tautan-tautan Akses

PM Inggris Janjikan Tanggapan Keras atas Serangan di Tunisia

  • Henry Ridgwell

Polisi Inggris mengadakan latihan kesiapan anti-teror, menjelang 10 tahun peringatan serangan bom pada jaringan transportasi di London, Selasa (30/6).

Polisi Inggris mengadakan latihan kesiapan anti-teror, menjelang 10 tahun peringatan serangan bom pada jaringan transportasi di London, Selasa (30/6).

Inggris menjanjikan tanggapan keras setelah serangan teror Jumat lalu di Tunisia yang menewaskan sampai 30 wisatawan Inggris.

Serangan itu terjadi beberapa hari menjelang 10 tahun peringatan serangan bom pada jaringan transportasi di London.

Dalam pemandangan yang sangat mirip dengan peristiwa sebenarnya , tiga penyerang bersenjata menghamburkan tembakan untuk memasuki sebuah stasiun kereta listrik di London.

Di luar stasiun mayat-mayat tergeletak di jalan. Respons darurat Inggris sedang diuji sementara polisi, unit kebakaran dan mobil ambulans bergegas menuju lokasi itu. Latihan selama dua hari yang diselenggarakan minggu ini dirancang menyerupai serangan di Paris dan Sydney.

Bagi banyak warga London, latihan itu juga mengingatkan pada kenangan buruk atas peristiwa 10 tahun lalu, serangan bom 7 Juli yang menarget jaringan transportasi kota itu.

Maxine De Brunner, wakil asisten komisaris pasukan Polisi Metropolitan London, mengatakan, "Tragisnya setelah serangan 7 Juli, tentu kita belajar, menyesuaikan kebijakan dan prosedur kita. Tapi gaya serangan juga berubah dan kita harus berubah dan memastikan kita siap dan mempunyai keahlian yang tepat untuk bisa menanggapinya."

Dinas keamanan mengatakan latihan ini bukan tanggapan atas serangan hari Jumat di Sousse, Tunisia yang menewaskan sekurangnya 38 orang, sebagian besar warga Inggris.

Para korban yang selamat kembali ke Inggris dengan emosional. Jenazah juga dipulangkan.

Perdana Menteri Inggris David Cameron menjanjikan tanggapan keras.

"Pertama kita harus memberi polisi dan badan keamanan kita peralatan yang diperlukan untuk mencerabut "racun" ini. Kita harus lebih kuat dalam membela nilai-nilai kita dan harus makin tidak toleran terhadap (ideologi) anti-toleransi," katanya.

Tapi fokus kegiatan kontra-terorisme ini beralih ke luar negeri kata Raffaello Pantucci dari Royal United Services Institute.

Pantucci menambahkan, "Ideologi yang ada sekarang pada dasarnya mengatakan “Serang orang barat di mana saja ditemukan tidak peduli seperti apa mereka”. Jadi apapun bisa menjadi sasaran potensial. Masalahnya, itu membuat sasaran potensial menjadi sangat banyak dan tersebar di berbagai negara."

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi hari Selasa mengakui dinas keamanan Tunisia terkejut oleh serangan itu.

Essebsi mengatakan pasukan keamanan ditingkatkan selama bulan Ramadan tapi ia mengatakan mereka tidak pernah mengira serangan akan terjadi di pantai dimana ada wisatawan.

David Cameron belum menjelaskan kebijakan-kebijakan yang akan melandasi tanggapannya atas serangan di Tunisia. Para legislator telah berjanji akan menangani apa yang mereka sebut “ideologi beracun”.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG