Tautan-tautan Akses

Indonesia dan Malaysia Lancarkan Kampanye Pro-CPO

  • Munarsih Sahana

Pekerja perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah mengumpulkan hasil panen. (Photo: VOA)

Pekerja perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah mengumpulkan hasil panen. (Photo: VOA)

Indonesia dan Malaysia sepakat untuk intensifkan kampanye positif minyak kelapa sawit (CPO) ke negara-negara yang mendiskreditkannya.

Indonesia dan Malaysia masih menjadi pemasok sekitar 85 persen kebutuhan minyak sawit (Crude Palm Oil-CPO) dunia, namun pengembangan kelapa sawit masih terus menerus menjadi target kebijakan proteksi yang dilakukan oleh negara-negara importir sawit dunia.

Karena itu, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mengintensifkan misi kampanye positif minyak sawit ke berbagai negara yang hingga kini masih gencar melakukan kampanye anti minyak sawit, melalui presentasi ilmiah mengenai komoditas tersebut.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan tingkat menteri ke-7 dalam rangka kerjasama bilateral di bidang komoditi khususnya kelapa sawit, lada, kakao dan jatropha, yang berlangsung di Yogyakarta Jumat (13/7), sebagaimana disampaikan ketua delegasi Indonesia, Menteri Pertanian Suswono.

“Menteri Pertanian RI dan Menteri Industri dan Perladangan dan Komoditi Malaysia akan melakukan misi bersama ke beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan Eropa. Melalui kegiatan yang berkelanjutan ini kedua negara meningkatkan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik berdasarkan fakta daripada informasi yang tidak benar yang telah disampaikan secara sepihak,” ujarnya.

Indonesia dan Malaysia, menurut Suswono, juga aktif mengembangkan skema sertifikasi nasional untuk minyak sawit berdasarkan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan.

Rata-rata produksi minyak sawit Indonesia saat ini sekitar 22 juta ton per-tahun, 15 juta ton diantaranya untuk ekspor terutama ke Tiongkok, India, Pakistan, Eropa dan Amerika Serikat.

Sedangkan produksi minyak sawit Malaysia pada 2011, menurut Menteri Industri Perladangan dan Komoditi, Tan Sri Bernard Dompok, mencapai sekitar 19 juta ton, 18 juta ton diantaranya untuk ekspor.

Ekspor minyak sawit asal Malaysia terbesar ke Tiongkok mencapai 4 juta ton, disusul negara-negara Eropa, Pakistan, India, Amerika Serikat dan Mesir.

”Yang kita hasilkan sebenarnya adalah 19 juta ton, jadi yang diekspor hampir 18 juta ton dan satu juta ton dikonsumsi di Malaysia. Setiap warga Malaysia mengkonsumsi 2,1 kilogram per kapita setiap bulan,” ujar Dompok.

Untuk kerjasama kakao, lada dan jatropha, Indonesia dan Malaysia sepakat melakukan konsultasi “Mutual Recognition Agreement” khususnya terkait bubuk kakao dengan Komite Akreditasi Nasional, serta melanjutkan penelitian, pengembangan dan pemasaran bersama untuk lada dan jatrospha.
XS
SM
MD
LG