Tautan-tautan Akses

Dukung Industri Mobil Nasional, Pemerintah Targetkan Kurangi Pengangguran Terdidik

  • Yudha Satriawan

Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menghadiri pameran mobil nasional di aula Universitas Muhammadiyah Surakarta (25/2).

Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menghadiri pameran mobil nasional di aula Universitas Muhammadiyah Surakarta (25/2).

Mobil buatan dalam negeri atau yang biasa dikenal dengan sebutan mobil nasional dianggap kalah bersaing dengan mobil impor. Pemerintah pun mulai melirik dan berminat dengan industri mobil nasional.

Deretan mobil beraneka bentuk dan warna terpajang di aula kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Sukoharjo, Jawa tengah, Sabtu siang (25/2). Deretan mobil tersebut adalah asli mobil buatan dalam negeri yang ikut dalam pameran mobil nasional.

Berbagai mobil tersebut antara lain mobil Tawon, Mobil Gea buatan PT Industri Kereta Api atau INKA, dan mobil ESEMKA, karya para siswa Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK. Menteri BUMN, Dahlan Iskan, pun ikut menjajal beberapa mobil nasional tersebut, di antaranya mobil ESEMKA Sang Surya. Dahlan menyatakan pemerintah mendukung industri mobil nasional.

“SMK itu kan Sekolah Menengah Kejuruan..alat untuk memproduksi orang-orang terampil pembuat mobil..nah sebaiknya ada perusahaan, siapapun, bisa satu, seribu atau bahkan lebih, yang menampung anak-anak SMK yang sudah terampil ini untuk bekerja di pabrik mobil nasional. Kalau kita bicara mobil nasional berarti kita bicara mobil Gea dari PT INKA, mobil ESEMKA, dan semua mobil asli buatan dalam negeri. Nah, bagaimana kita mendorong industri mobil nasional, perusahaan-perusahaan yang membuat mobil nasional mengembangkan dirinya,” kata Dahlan Iskan.

Sementara itu, pengamat ekonomi yang juga menjabat Rektor UMS, Bambang Setiadji mengatakan pemerintah sebaiknya ikut mendorong munculnya industri mobil nasional untuk mengurangi angka pengangguran terdidik di Indonesia.

Bambang menganggap langkah tersebut sebagai pemberdayaan ekonomi alternatif. Ia mengatakan, “Jadi masalah ekonomi yang paling berat di Indonesia, menurut saya, yaitu tingginya angka pengangguran. Masih banyak generasi muda yang terdidik dan terpelajar lulusan sarjana, diploma, maupun SMK menganggur, tak punya pekerjaan. Caranya pemerintah harus mendorong investasi di industri mobil nasional. Kalau investasi meningkat, pabriknya dibangun, angka pengangguran pun ikut berkurang. Jadi, kalau ada jutaan lapangan pekerjaan baru, bisa dibayangkan berapa tenaga kerja terdidik yang bisa diserap.”

Semangat kebangkitan mobil nasional terus berlangsung. Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK di Indonesia mengeluarkan berbagai produk mobil rakitan yang diberi nama mobil ESEMKA.

Proses pengajuan ijin dan uji standar kelayakan maupun uji emisi sedang dilakukan ke pemerintah. Ha tersebut untuk mempermudah mobil ESEMKA diproduksi secara massal.

XS
SM
MD
LG