Tautan-tautan Akses

Masih Banyak Warga Dunia Percaya Persekongkolan Seputar Insiden 9/11

  • Sean Maroney

Sampai saat ini, satu dasawarsa sesudah insiden 9/11, berbagai teori persekongkolan mengenai serangan teror 11 September 2001 masih terus diperbincangkan di seluruh dunia.

Sampai saat ini, satu dasawarsa sesudah insiden 9/11, berbagai teori persekongkolan mengenai serangan teror 11 September 2001 masih terus diperbincangkan di seluruh dunia.

Sebagian teori persekongkolan yang lebih ganjil bahkan menuduh Amerika menyerang diri sendiri, atau berspekulasi bahwa Israel melancarkan serangan dalam upaya mendiskreditkan Muslim.

Dalam satu dasawarsa sejak kamera-kamera televisi menangkap gambar dua pesawat terbang yang ditabrakkan ke gedung-gedung di New York dan di pinggiran Washington, teori-teori persekongkolan mengenai siapa dibalik serangan-serangan teror terus diperbincangkan di seluruh dunia, sebagian teori itu mempertanyakan apakah jaringan teror al-Qaida terkait dengan serangan 11 September.

Amerika dan banyak negara di seluruh dunia sejak lama menuding al-Qaida sebagai penyebab insiden 11 September 2001. Mendiang pemimpin al-Qaida, Osama bin Laden, bahkan mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.

Tetapi, selama dasawarsa terakhir ini, sebagian orang memperdebatkan penjelasan itu. Nyatanya, jika kita ketik 9-11 di mesin pencari internet, salah satu dari lima pilihan utama yang muncul adalah “persekongkolan 9-11”. Sebagian teori persekongkolan yang lebih ganjil bahkan menuduh Amerika menyerang diri sendiri, atau berspekulasi bahwa Israel melancarkan serangan dalam upaya mendiskreditkan Muslim.

Tahun 2008, para peneliti pada Program mengenai Sikap Kebijakan Internasional (PIPA) menghubungi orang-orang di 21 negara, menanyakan siapa yang mereka perkirakan ada di balik serangan 11 September.

Memaparkan hasil survey itu, Direktur PIPA, Stephen Kull, mengatakan, “Kebanyakan dari mereka mengatakan insiden itu terkait al-Qaida. Bahkan di antara negara-negara seperti sekutu-sekutu NATO, lebih dari dua-pertiganya tidak mengatakan hal itu. Jadi benar-benar tidakada konsensus mengenai hal itu (siapa di balik serangan 9/11, red.) di seluruh dunia.”

Kull mengatakan para peneliti kemudian mengaitkan hasil survei itu dengan sikap orang terhadap Amerika. Mereka yang bersikap negatif cenderung kurang yakin bahwa pihak al-Qaida yang melancarkan serangan-serangan itu.

Setelah perang Amerika-Irak, sikap negatif terhadap Amerika meningkat tajam di negara-negara Muslim. Tahun 2008, mayoritas orang yang disurvei di Timur Tengah mengatakan bahwa al-Qaida tidak bertanggung jawab atas serangan 11 September, atau mengatakan tidak tahu siapa yang bertanggung jawab.

Ishtiaq Ahmad, pakar hubungan internasional di Pakistan, mengatakan sikap negatif terhadap Amerika di dunia Muslim bukan hanya disebabkan oleh kebijakan luar negeri Amerika.

Ahmad mengatakan elit penguasa, khususnya di Pakistan, mendorong sikap negatif itu dengan meremehkan bantuan Amerika dan menuding Amerika dan Barat atas masalah domestik mereka sendiri.

Tetapi, Ahmad mengatakan mungkin saja memperbaiki situasi itu. Ia mengatakan penarikan militer Amerika dari Afghanistan dan pengurangan keterlibatan di kawasan Muslim lainnya, bersama peningkatan perdagangan dan bantuan, bisa mulai mengubah sikap terhadap Amerika – dan mungkin bisa mengesampingkan sebagian teori persekongkolan peristiwa 11 September.

XS
SM
MD
LG