Tautan-tautan Akses

Belanda Waspadai Kekompakan Tim Uruguay

  • Arif Budiman

Pelatih Belanda Bert van Marwijk memandang kerjasama tim Uruguay sangat solid, dan telah menjadi kunci sukses tim tersebut sejauh ini.

Belanda tidak ingin sesumbar bisa mengalahkan Uruguay dalam pertandingan semifinal Piala Dunia yang akan digelar Selasa ini di Stadion Green Point di Cape Town.

Pelatih Belanda Bert van Marwijk mengatakan Uruguay memiliki antusiasme yang luar biasa dan itu menjadi kunci kesuksesan satu-satunya tim asal Amerika Selatan yang masih tersisa dalam turnamen ini. Van Marwijk bahkan mengatakan, tim asuhan Oscar Tabares itu merupakan tim yang sangat berbahaya.

Menurut Van Marwijk, untuk bisa menang di laga Piala Dunia, kerjasama tim jauh lebih penting ketimbang mengandalkan satu atau dua pemain. Ia mengatakan, itulah salah satu alasan Uruguay mencetak sukses.

Setelah menundukkan Brazil 2-1 di perempat final, banyak pihak mengunggulkan Belanda untuk ketiga kalinya masuk final Piala Dunia. Tim Oranye terakhir kali menjejakkan kaki di final Piala Dunia pada tahun 1978.

Sementara itu, pelatih Uruguay dikabarkan telah menginstruksikan kepada para pemainnya untuk secara khusus mengawasi winger Belanda, Arjen Robben.

Sebastian Abreu, striker berpengalaman Uruguay yang mengeksekusi penalti penentu saat mengalahkan Ghana, mengatakan pelatih mereka, Tabarez telah berbicara tentang Robben dan bagaimana cara menghentikan pemain seperti itu.

Robben memang menjadi pemain kunci dalam beberapa laga terahir Belanda di Afrika Selatan termasuk ketika mengalahkan Slowakia di babak 16 besar dan menjadi 'aktor' utama ketika mengalahkan Brazil 2-1 di perempat final.

Masih menurut Abreu, Belanda dan Uruguay memainkan sepak bola yang sama tetapi Belanda memiliki serangan berbahaya karena menampilkan pemain secerdas Wesley Sneijder dan Robben.

Abreu yang bermain untuk klub Brazil, Botafogo, mengungkapakan persiapan Uruguay untuk menghadapi Belanda telah memuaskan. Uruguay berharap bisa mengalahkan Belanda dan keluar sebagai juara Piala Dunia 2010, seperti pada tahun 1930 dan 1950.

XS
SM
MD
LG