Tautan-tautan Akses

Kepala Badan Intelijen Inggris Tuduh Rusia Intervensi lewat Teknologi Tinggi


Alex Younger, Kepala badan spionase Inggris MI6, memberikan pidato publiknya yang pertama di London Kamis (8/12).
Alex Younger, Kepala badan spionase Inggris MI6, memberikan pidato publiknya yang pertama di London Kamis (8/12).

Alex Younger, Kepala badan spionase Inggris MI6, menuduh Rusia melakukan subversi lewat teknologi tinggi, termasuk propaganda bermusuhan dan serangan dunia maya.

Inggris dan negara-negara Barat menghadapi ancaman serius atas sistem keamanan dan politik mereka akibat hasil propaganda bermusuhan dan serangan dunia maya oleh negara-negara saingan, demikian peringatan dari Alex Younger, Kepala badan spionase Inggris MI6, pada hari Kamis (8/12).

Dalam pidato publiknya yang pertama, sebagai "C," sebutan yang diberikan untuk kepala Badan Intelijen Rahasia, dia menuduh Rusia melakukan subversi lewat teknologi tinggi.

Berbicara kepada wartawan di markas MI6 di pinggir Sungai Thames di pusat kota London, Younger memperingatkan "risiko yang dipertaruhkan sangat besar dan merupakan ancaman mendasar terhadap kedaulatan kita."

Dia menambahkan, “Saling keterkaitan yang merupakan inti dari globalisasi bisa dimanfaatkan oleh negara yang punya maksud tidak bersahabat untuk mewujudkan sasaran mereka secara diam-diam. Mereka melakukan hal ini lewat berbagai cara seperti serangan di dunia maya, propaganda atau subversi terhadap proses demokrasi.”

Peringatan Kepala MI6 itu muncul sementara tekanan terhadap Presiden AS Barack Obama meningkat dari anggota Demokrat di kongres untuk membeberkan lebih banyak informasi tentang kegiatan peretasan Rusia selama pemilu AS 2016. Gedung Putih belum menanggapi surat dari para Demokrat di Komite Intelijen Senat minggu lalu, yang menyerukan de-klasifikasi "informasi tambahan mengenai peran pemerintah Rusia dan hubungannya dengan pemilu AS."

Dalam pernyataan publik yang jarang terjadi pada bulan Oktober, kepala intelijen AS menuduh Kremlin berada di balik peretasan sistem komputer Komite Nasional Demokrat dan email staf kampanye Hillary Clinton.

Peretasan komputer itu diarahkan oleh beberapa "pejabat paling senior Rusia" dalam upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mempengaruhi pemilu, kata Kepala Intelejen. [ps/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG