Tautan-tautan Akses

Australia Didesak Bantu Redakan Ketegangan di Laut Cina Selatan


Perdana Menteri Australia Julia Gillard (foto: dok). Australia yang punya hubungan ekonomi kuat dengan Tiongkok, diimbau ikut meredakan ketegangan di Laut Cina Selatan.

Perdana Menteri Australia Julia Gillard (foto: dok). Australia yang punya hubungan ekonomi kuat dengan Tiongkok, diimbau ikut meredakan ketegangan di Laut Cina Selatan.

Sebuah lembaga think tank di Sydney mendesak pemerintah Australia berbuat lebih banyak untuk membantu meredakan ketegangan di Laut Cina Selatan.

Berbagai negara mempersengketakan hak wilayah di Laut Cina Selatan sejak ratusan tahun lalu. Namun, ketegangan yang meningkat baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran konflik bersenjata bisa pecah di sana.

Tiongkok mendasarkan klaimnya atas bagian luas Laut Cina Selatan pada sejarah 2.000 tahun lalu, yang memberikan Tiongkok alasan untuk menguasai bagian luas wilayah itu. Para pejabat Tiongkok mengatakan, Kepulauan Paracel dan Spratly pernah menjadi bagian penting bangsa Tiongkok dan punya cadangan besar minyak.

Namun, Vietnam dan Filipina menepis klaim Tiongkok.

Lembaga think-tank yang berkantor di Sydney, Institut Lowy, mengatakan, ketegangan yang terjadi baru-baru ini meningkatkan kemungkinan timbul kekerasan di kawasan itu. Direktur Eksekutif Lowy, Michael Wesley, mengatakan sengketa itu bisa berdampak global.

“Tingkat pertama adalah serangkaian sengketa wilayah antara Tiongkok dan beberapa negara Asia Tenggara. Tingkat kedua adalah sengketa antara Tiongkok dengan Amerika mengenai syarat yang mengatur pelayaran di wilayah itu yang membawa sekitar sepertiga barang ekspor dunia. Saya rasa ada kemungkinan konflik bisa pecah karena kekuatan-kekuatan maritim yang tidak berpengalaman, dengan sedikit atau tanpa saling pengertian bagaimana mengatasi insiden maritim,” papar Wesley.

Wesley mengimbau Australia, yang punya hubungan militer akrab dengan Amerika dan hubungan ekonomi kuat dengan Tiongkok agar menjadi penengah dalam masalah Laut Cina Selatan itu.

“Australia perlu lebih peduli pada isu ini. Sekitar 54 persen perdagangan Australia melalui Laut Cina Selatan, dan yang benar-benar dipertaruhkan Australia di sini adalah akibat sengketa antara Tiongkok dengan Amerika yang bisa berdampak pada perimbangan strategis wilayah Samudera Pasifik. Jadi Australia punya kepentingan besar dalam hal ini,” paparnya lagi.

Wesley mengatakan ketegangan maritim menghadapkan Tiongkok komunis dengan Vietnam yang juga komunis, menyatukan Tiongkok dan Taiwan yang bermusuhan, dan menarik masuk lagi Amerika ke dalam kemitraan dengan Vietnam.

ASEAN terus menggali pemikiran-pemikiran baru untuk menyelesaikan sengketa ini.
XS
SM
MD
LG