Tautan-tautan Akses

Tiongkok Dirikan Kota di Kawasan Sengketa di Laut Cina Selatan


Warga Vietnam melakukan unjuk rasa anti-Tiongkok di Hanoi hari Minggu (22/7), setelah pengumuman Beijing mengenai rencana pembangunan pangkalan militer di kota Sansha di Laut Cina selatan.

Warga Vietnam melakukan unjuk rasa anti-Tiongkok di Hanoi hari Minggu (22/7), setelah pengumuman Beijing mengenai rencana pembangunan pangkalan militer di kota Sansha di Laut Cina selatan.

Pemerintah Tiongkok mengumumkan pendirian kota Sansha bulan lalu, untuk mengurus kepulauan Paracel dan Spratly yang disengketakan.

Tiongkok telah membentuk dewan kota yang akan mengurus sebuah kota baru yang didirikan di kawasan Laut Cina Selatan yang disengketakan, dan memerintahkan pembangunan sebuah pangkalan militer di sana.

Kantor berita resmi Tiongkok Xinhua melaporkan hari Minggu bahwa 1.100 orang penduduk beberapa pulau yang dikenal sebagai Xisha, Zhongsha dan Nansha telah memilih 45 orang wakil yang akan duduk dalam dewan kota itu. Ketiga pulau itu adalah bagian dari kota baru yang disebut Sansha, dan dewan kota itu akan berkantor di pulau Yongxing.

Xinhua melaporkan, Komisi Militer Pusat Tiongkok telah menyetujui pembentukan komando garnisun di kota Sansha yang bertanggung-jawab bagi pertahanan nasional dan operasi-operasi militer.

Pemerintah Tiongkok mengumumkan pendirian kota Sansha bulan lalu, untuk mengurus kepulauan Paracel dan Spratly yang disengketakan, dan kawasan Laut Cina Selatan di sekitarnya, yang diperkirakan kaya akan minyak dan gas alam.

Kepulauan itu juga di klaim sebagian atau sepenuhnya oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

Kemarin, pemerintah Vietnam menentang pendirian kota Sansha dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius kedaulatan Vietnam atas pulau-pulau itu. Vietnam mengatakan, kepulauan itu adalah bagian dari kota Danang dan propinsi Khan Hoa.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG