Tautan-tautan Akses

Filipina Bereaksi terhadap Pegelaran Militer Tiongkok


Presiden Filipina Benigno Aquino memberikan tanggapan atas rencana pegelaran militer Tiongkok ke kota Sansha, di wilayah sengketa di Laut Cina selatan.

Presiden Filipina Benigno Aquino memberikan tanggapan atas rencana pegelaran militer Tiongkok ke kota Sansha, di wilayah sengketa di Laut Cina selatan.

Presiden Filipina Benigno Aquino mengatakan negaranya tidak akan mundur dalam sengketa teritorial dengan Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Presiden Benigno Aquino membuat pernyataan itu hari Senin dalam pidato kepresidenan tahunan, sebagai reaksi atas rencana pegelaran militer Tiongkok ke kota Sansha di antara pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Tiongkok menyebut pulau-pulau itu Xisha, Zhongsha dan Nansha, sedang Filipina menyebut kawasan yang diklaimnya itu Bajo de Masinloc atau Scarborough Shoal.

Pengerahan garnisun militer oleh Tiongkok ke Sansha memicu tanggapan segera dari Presiden Aquino. Kawasan yang disengketakan itu juga diklaim oleh Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan.

Sebelumnya, Tiongkok mengatakan, telah membentuk dewan kota yang akan mengurus sebuah kota baru yang didirikan di kawasan Laut Cina Selatan yang disengketakan, dan memerintahkan pembangunan sebuah pangkalan militer di sana.

Kantor berita resmi Tiongkok Xinhua melaporkan hari Minggu bahwa 1.100 orang penduduk beberapa pulau yang dikenal sebagai Xisha, Zhongsha dan Nansha telah memilih 45 orang wakil yang akan duduk dalam dewan kota itu. Ketiga pulau itu adalah bagian dari kota baru yang disebut Sansha, dan dewan kota itu akan berkantor di pulau Yongxing.

Xinhua melaporkan, Komisi Militer Pusat Tiongkok telah menyetujui pembentukan komando garnisun di kota Sansha yang bertanggung-jawab bagi pertahanan nasional dan operasi-operasi militer.
XS
SM
MD
LG