Tautan-tautan Akses

AS Gugat 'Tarif Ekspor' China dalam Sidang WTO


Urusan Khusus AS untuk Urusan Perdagangan, Michael Froman mengecam kebijakan China soal tarif ekspor (foto: dok).

Urusan Khusus AS untuk Urusan Perdagangan, Michael Froman mengecam kebijakan China soal tarif ekspor (foto: dok).

Pemerintah China mengenakan tarif ekspor terhadap sembilan bahan mentah, yang menjadikan bahan-bahan mentah ini lebih mahal bagi sektor manufaktur Amerika.

Amerika telah melancarkan tindakan penegakan hukum baru terhadap China terkait tarif ekspor yang dikenakan China terhadap sembilan bahan mentah, yang menjadikan bahan-bahan mentah ini lebih mahal bagi pepabrikan di Amerika.

Urusan Khusus Amerika Untuk Urusan Perdagangan Michael Froman dalam pernyataannya hari Rabu (13/7) mengatakan kantornya sedang berupaya menurunkan biaya ekspor China antara 5 - 20 persen terhadap antimony, kobalt, timbal, magnesium, talc, tantalum dan timah, yang biasa digunakan dalam industri antariksa hingga elektronika dan kimia.

Tarif ekspor yang tinggi itu menaikkan beaya produksi bagi pepabrikan Amerika, sementara pesaing-pesaing di China tidak perlu membayar tarif yang telah menjadi bagian dari insentif keuangan bagi perusahaan yang lokasi produksinya berada di China.

Froman mengatakan “tarif ini merupakan biaya China untuk mempermainkan sistem sehingga bahan-bahan mentah itu menjadi lebih murah bagi pepabrikan mereka, tetapi lebih mahal bagi Amerika”.

Menurut Amerika, China seharusnya mencabut tarif itu setelah bergabung dengan WTO tahun 2001, tetapi hingga kini masih tetap memberlakukannya.

Pemerintah Amerika sudah mengajukan 13 kasus terhadap China ke WTO.

Kasus hari Rabu (13/7) itu diumumkan beberapa jam sebelum Wakil Presiden Joe Biden dijadwalkan menyampaikan pidato di San Diego, menggaris-bawahi pencapaian Gedung Putih dalam penegakan aturan perdagangan.

Perdagangan dengan China telah menjadi salah satu tema kampanye pemilihan presiden tahun ini.

Unggulan capres Partai Republik Donald Trump menuduh China melakukan praktek perdagangan yang tidak adil, dengan mengatakan ia akan memberlakukan pajak yang besar pada impor barang dari China.

Sementara unggulan capres Partai Demokrat Hillary Clinton menentang inisiatif perdagangan pemerintah Obama – Kemitraan Trans Pasifik TPP – guna memperluas perdagangan dengan 11 negara relung Pasifik, kecuali China. [em]

XS
SM
MD
LG