Tautan-tautan Akses

Apple Setuju Bayar Kasus Pajak di Italia Sebesar US$350 Juta


Logo Apple (Foto: ilustrasi)

Logo Apple (Foto: ilustrasi)

Tim jaksa di Milan, Italia hari Rabu (30/12) mengatakan Apple setuju membayar pajak selama beberapa tahun ini di Italia sebesar 318 juta euro atau sekitar 350 juta dolar, yang merupakan bagian dari upaya Eropa untuk membuat perusahaan-perusahaan multi nasional membayar pajak di negara di mana perusahaan itu berbisnis.

Italia sudah menyorot beberapa kasus terhadap perusahaan-perusahaan teknologi global yang memiliki markas di negara-negara dengan pajak rendah seperti Irlandia, supaya tidak membayar pajak yang lebih tinggi di negara lain seperti Italia. Prakteknya, apa yang disebut perpindahan laba, telah dikecam para eksekutif negara-negara Uni Eropa yang perusahaan-perusahaan multi nasionalnya membayar pajak di mana mereka memperoleh pendapatan, dan bukan di mana markas utama di kawasan itu berada.

Dua puluh delapan negara Uni Eropa bulan Oktober lalu setuju untuk saling tukar rincian perjanjian pajak yang mereka capai dengan perusahaan-perusahaan besar, untuk memastikan mereka bersikap adil pada negara-negara lain. Uni Eropa juga telah memerintahkan Starbucks dan Fiat untuk membayar pajak jutaan euro kepada Luksemburg dan Belanda.

Tim jaksa di Milan memastikan laporan yang dimuat di suratkabar La Republica bahwa Apple sepakat membayar pajak antara tahun 2008 – 2013. Tim jaksa itu juga mengatakan kewajiban pajak selama lima tahun berturut-turut itu didasarkan pada putusan internasional terhadap kasus-kasus semacam itu. Mereka menolak memberi rincian lebih jauh.

Tim jaksa di Milan itu juga menolak membahas bagaimana dampak pembayaran pajak itu terhadap penyelidikan kriminal yang sedang dilakukan oleh mereka, terkait dugaan pengelakan pajak oleh tiga karyawan Apple. La Repubblica mengatakan dua karyawan Apple itu adalah eksekutif yang bermarkas di Italia, sementara karyawan ketiga bermarkas di Irlandia.

Kantor Apple di Milan, London dan Irlandia tutup hari Rabu (30/12). Permintaan Associated Press untuk meminta keterangan dari ketiga kantor itu belum dijawab. [em/al]

XS
SM
MD
LG