Tautan-tautan Akses

China Coba Yakinkan Dunia Soal Tata Kelola Internet


Presiden China Xi Jinping menghadiri pembukaan Konferensi Internet Dunia di Wuzhen, Jiaxing, provinsi Zhejiang, China, 16 Desember 2015.

Presiden China Xi Jinping menghadiri pembukaan Konferensi Internet Dunia di Wuzhen, Jiaxing, provinsi Zhejiang, China, 16 Desember 2015.

Meskipun menerapkan sensor paling ketat di dunia terhadap internet, China pekan ini menjadi tuan rumah satu konferensi di kota kecil di provinsi Zhejiang, China timur, untuk meyakinkan dunia mengenai pandangannya tentang tata kelola Internet.

Daftar perusahaan besar internasional yang hadir mencakup pemimpin Internet raksasa China, Alibaba, dan Foxconn Technology dari Taiwan. Wakil dari Apple, IBM, Microsoft dan Facebook juga hadir. Facebook, Twitter dan YouTube termasuk dalam daftar panjang situs web yang diblokir di China.

Selain pidato utama oleh Presiden China Xi Jinping, sesi pembukaan hari Rabu (16/12) mencakup pidato Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev dan Presiden Pakistan Mamnoon Hussein.

Dalam sambutannya, Presiden Xi menyatakan semua negara seharusnya bersama-sama menentang penyadapan dan peretasan internet, dan mendesak negara-negara agar melawan apa yang disebut perlombaan senjata dunia maya. Ia juga berbicara tentang kedaulatan Internet. "Kita harus saling menghormati hak masing-masing untuk menentukan jalur pengembangan internet kita sendiri dan model tata kelola Internet, kebijakan publik internet dan hak setara untuk ikut dalam tata kelola dunia maya internasional," ujar Xi.

China menerapkan sensor internet paling ketat di dunia. Negara itu membantah menyensor isi internet dengan menegaskan, yang dilakukannya adalah mengelola informasi. Perusahaan-perusahaan yang ingin beroperasi di China harus menerima kenyataan itu atau keluar dari negara itu.

"Penegakan hak-hak hukum bisnis investasi asing tidak akan berubah," ujar Xi. "Selama hukum China dihormati, kami menyambut baik perusahaan dan pengusaha dari semua negara untuk berinvestasi di China."

Pada media sosial, sebagian komentar yang segera dihapus oleh pihak berwenang, berisi ejekan terhadap China yang menjadi penyelenggara acara itu, mempertanyakan mengapa pengamanan sekuat itu harus dikerahkan ke satu kota kecil.

Qiao Mu, professor muda pada Beijing Foreign Studies University mengatakan gagasan China menjadi tuan rumah konferensi itu, menggelikan karena China mengawasi internet secara ketat dan membantah melakukan sensor terhadap internet. "Jika China tidak menyensor, mengapa Facebook dan Twitter bisa diakses di Wuzhen selama konferensi, tetapi tidak di bagian lain China," katanya.

Percy Alpha dari GreatFire.Org, situs web yang memantau pemblokiran situs-situs web di China, mengatakan Xi berusaha menghapus konsep internet sepenuhnya. [ka/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG