Tautan-tautan Akses

Antisipasi Terulangnya Banjir Bandang, BNPB Terus Kembangkan Sekolah Sungai

  • Yudha Satriawan

Pembukaan Sekolah Sungai di Solo (Foto: VOA/Yudha)

Pembukaan Sekolah Sungai di Solo (Foto: VOA/Yudha)

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengembangkan sekolah sungai untuk mengurangi potensi bencana alam akibat kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Peristiwa banjir bandang akibat kerusakan DAS Cimanuk di Garut, Jawa Barat, yang menelan 23 korban jiwa dan 18 lainnya hilang, menjadi pelajaran berharga pemerintah untuk merevitalisasi sungai.

Mesin biopori terus mengebor tanah di bantaran sungai Bengawan Solo, kawasan Kelurahan Sewu, Solo, Kamis siang (22/9). Perangkat kelurahan dan warga sekitar bantaran sungai dilatih oleh sejumlah relawan BNPB membuat lubang biopori di lahan bekas pemukiman warga yang sudah direlokasi.

Selain itu, ratusan bibit akar wangi juga ditanam di lahan bantaran sungai ini. Kegiatan ini menjadi salah satu materi pembukaan sekolah sungai yang digelar BNPB di Solo. Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB, Lilik Kurniawan, ketika ditemui di sela-sela kegiatan sekolah sungai ini mengatakan bencana banjir bandang di Garut akibat kerusakan sungai Cimanuk dan menyebabkan puluhan korban tewas dan belasan lainnya hilang menjadi pelajaran berharga.

Menurut Lilik, BNPB akan terus mengembangkan sekolah sungai di Indonesia untuk membentuk kepedulian masyarakat tentang pentingnya sungai agar tidak mengalami kerusakan.

“Tahun ini ada 23 kabupaten/ kota se-Indonesia yang membuat sekolah sungai. Kita harapkan ke depan sekolah sungai akan berkembang. Tahun depan kita tambah lagi 50 sekolah sungai, sehingga secara masif masyarakat akan betul-betul terlibat. Ada kesadaran masyarakat, saya tinggal di daerah rawan banjir, tapi saya bisa melakukan sesuatu untuk mencegah bencana terjadi. Saya bukan korban bencana yang hanya ditolong saja. Dari sekolah sungai ini kita bisa membuat laboratorium mengurangi resiko bencana," kata Lilik Kurniawan.

Lilik mengritik kepedulian pemerintah daerah yang menjadi jalur DAS Bengawan Solo. Dari 20 daerah yang dilintasi sungai tersebut hanya 12 daerah di antaranya yang berkomitmen mengembalikan peran sungai ini agar tidak rusak dan menimbulkan bencana banjir setiap tahun.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Solo, Gatot Sutanto, merespon positif keberadaan sekolah sungai yang dibentuk BNPB. Menurut Gatot, Solo memiliki potensi banjir karena wilayahnya yang berdampingan dengan Sungai Bengawan Solo.

“Harapan kami dengan adanya sekolah sungai ini, akan mengembalikan sungai agar tidak menimbulkan bencana. Sekolah sungai ini membuktikan komitmen BNPB dan pemerintah daerah untuk membuat sungai menjadi bersahabat dengan manusia, kita semua. Setiap tahun masyarakat bantaran sungai di Solo kebanjiran, dengan sekolah sungai ini semoga bisa menjadi solusi mengatasi bencana tahunan ini,” kata Gatot Sutanto.

Perangkat pemerintah di Solo dilatih membuat lubang biopori di bantaran sungai bengawan Solo oleh Relawan BNPB (Foto: VOA/Yudha)

Perangkat pemerintah di Solo dilatih membuat lubang biopori di bantaran sungai bengawan Solo oleh Relawan BNPB (Foto: VOA/Yudha)

Sementara itu dari pantauan di lokasi sekolah sungai, peserta lebih banyak berdiskusi dan melakukan praktek di lahan bantaran sungai. Sedangakn di tepi sungai tampak belasan orang berjajar memancing di sungai Bengawan Solo yang tercemar limbah dan sampah.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini bencana banjir bandang menerjang Garut dan Sumedang Jawa Barat. BNPB mengatakan sekitar 23 orang tewas dan 18 lainnya hilang dan jumlah itu kemungkinan bisa bertambah. Warga yang mengungsi berjumlah lebiih dari 1.000 jiwa dan dalam kondisi darurat pangan.

BNPB mengungkapkan data selama 2016 ini telah terjadi 1569 bencana di Indonesia yang mengakibatkan 265 korban jiwa, 310 luka-luka, 2,1 juta orang mengungsi dan merusak lebih dari 23 ribu rumah. BNPB juga menyatakan hujan dengan intensitas tinggi terjadi di sebagian Indonesia karena dampak La Nina hingga awal tahun 2017 mendatang. [ys/lt]

XS
SM
MD
LG