Tautan-tautan Akses

AS

Gedung Putih Tekankan Komitmen AS terhadap Irak dalam Melawan Militan

  • Dan Robinson

Jurubicara Kepresidenan Amerika Serikat Jay Carney berbicara dalam jumpa pers rutinnya di Gedung Putih, Washington DC, 9/1/2014.

Jurubicara Kepresidenan Amerika Serikat Jay Carney berbicara dalam jumpa pers rutinnya di Gedung Putih, Washington DC, 9/1/2014.

Jurubicara Presiden Barack Obama hari Kamis menekankan komitmen Amerika terhadap Irak, dimana pemerintahan Perdana Menteri Nouri al-Maliki sedang melawan militan Islamis. Gedung Putih juga menanggapi kecaman ketua DPR Amerika mengenai kebijakan tentang Irak.

Kekerasan dan ketegangan sektarian yang meningkat menjadi keprihatinan Presiden Barack Obama, yang menurut jurubicaranya semakin banyak memusatkan perhatian atas Irak.

Jay Carney mengatakan Presiden Obama ingin bantuan militer disediakan secepat mungkin. Bantuan itu mencakup 100 misil Hellfire, pesawat pengintai tanpa awak dan helikopter Apache.

Tetapi sejak kunjungan PM Nouri al-Maliki November lalu ke Amerika, para anggota Kongres skeptis mengenai komitmen pemimpin Irak itu untuk melakukan rekonsiliasi politik dan bagaimana dana itu akan digunakan. Akibatnya, mereka tidak menyetujui penyediaan helikopter.

Ketua DPR John Boehner dari Partai Republik hari Kamis mengatakan Presiden Obama belum sepenuhnya terlibat secara pribadi mengenai kondisi di Irak.

“Dimulai ketika presiden melimpahkan tanggung jawabnya ke wakil presiden, pemerintahan Obama menghabiskan sebagian besar waktu dan energinya berusaha menjelaskan mengapa teroris yang menguasai daerah-daerah penting di Timur Tengah tidak menjadi masalah presiden,” kata Boehner

Namun Carney menyangkal hal itu dan mengatakannya sebagai “pernyataan yang tidak akurat”. Wakil Presiden Joe Biden secara umum memimpin pengawasan atas kebijakan di Irak, lanjut Carney, tetapi Presiden Obama “sangat terlibat” dan terus bekerja dengan Kongres guna mempercepat pengiriman senjata.

“Ketika Presiden meminta Wakil Presiden untuk memantau kebijakan di Irak setelah mulai menjabat awal 2009, itu dianggap sebagai bukti bahwa Presiden Obama serius tentang perlunya mencapai kemajuan di Irak dan mengakhiri perang disana,” kata Carney.

Seorang sumber di Senat Amerika mengatakan kepada VOA bahwa, setelah penundaan berbulan-bulan, Departemen Luar Negeri kini mengisyaratkan siap untuk menanggapi dua kekhawatiran utama Kongres.

Pertama adalah jaminan tentang bagaimana helikopter pinjaman itu akan digunakan oleh pemerintah Irak. Kedua adalah keprihatinan Amerika mengenai Irak yang memperketat kontrol atas zona udaranya guna mencegah Iran mengirim peralatan militer kepada pemerintah Suriah.
XS
SM
MD
LG