Tautan-tautan Akses

AS

Obama Bantu Irak Lawan Al-Qaida


Seorang petugas polisi menggeledah seorang pria di pos pemeriksaan keamanan menyusul serangan bom di daerah Abu Ghraib, bagian barat Baghdad (9/1). (Reuters/Ahmed Saad)

Seorang petugas polisi menggeledah seorang pria di pos pemeriksaan keamanan menyusul serangan bom di daerah Abu Ghraib, bagian barat Baghdad (9/1). (Reuters/Ahmed Saad)

Obama menghendaki bantuan militer baru bagi Irak disediakan secepat mungkin, sementara pemerintah Baghdad menghadapi ancaman teroris paling gawat dalam bertahun-tahun.

Gedung Putih mengatakan Presiden Barack Obama menghendaki bantuan militer baru bagi Irak disediakan secepat mungkin, sementara pemerintah Baghdad menghadapi ancaman teroris paling gawat dalam bertahun-tahun.

Bantuan itu mencakup 100 misil Hellfire, pesawat pengintai dan helikoper Apache. Pengiriman helikopter ini telah dihambat selama berbulan-bulan oleh para anggota Kongres Amerika yang skeptis mengenai tekad Perdana Menteri Nouri al-Maliki untuk rekonsiliasi politik di negaranya yang terpecah-belah itu.

Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat, Robert Menendez, termasuk di antara para anggota Kongres tadi. Ia adalah yang pertama mengusahakan jaminan bahwa helikopter itu tidak akan digunakan terhadap kaum sipil Irak. Ia dan anggota Kongres lain juga mendesak Maliki agar menghentikan pengangkutan bantuan militer Iran melalui wilayah angkasa Irak.

Sementara itu, Ketua DPR dari Partai Republik, John Boehner, mengatakan Kamis (9/1), presiden belum cukup terlibat langsung mengenai Irak, sebaliknya mendelegasikan tanggung-jawab itu kepada Wakil Presiden Joe Biden. Juru bicara Gedung Putih Jay Carney, membantah kritikan itu.

Boehner tidak memberi rincian dalam kecamannya dan ketika didesak wartawan, mengatakan ia tidak mendukung pengerahan kembali pasukan Amerika ke negara itu.

Semua pasukan Amerika akan ditarik dari Irak bulan Desember 2011.
XS
SM
MD
LG