Tautan-tautan Akses

AS

Gedung Putih Tanggapi Memoar Mantan Menhan dengan Keras

  • Dan Robinson

Presiden AS Barack Obama dan Wakil Presiden Joe Biden dalam pertemuan makan siang di Gedung Putih di Washington (8/1).

Presiden AS Barack Obama dan Wakil Presiden Joe Biden dalam pertemuan makan siang di Gedung Putih di Washington (8/1).

Memoar mantan menteri pertahanan berisi kecaman mengenai Presiden Barack Obama, terutama terkait strategi di Afghanistan.

Pihak Gedung Putih pada Rabu dengan keras membela Presiden Barack Obama dan Wakil Presiden Joe Biden, menanggapi kecaman dari mantan menteri pertahanan Robert Gates dalam memoar yang diterbitkan minggu depan.

Gedung Putih secara agresif namun percaya diri menanggapi kutipan-kutipan yang diterbitkan media dari memoar tersebut dan reaksi-reaksi atasnya yang berdatangan.

Juru foto dan video mendapat akses singkat saat Obama dan Biden makan siang di Gedung Putih. Para wartawan tidak diizinkan masuk, jadi tidak ada pertanyaan yang diberikan.

Biden, kandidat presiden potensial untuk 2016, mendapat kecaman keras dari Gates, yang menggambarkan dirinya "keliru dalam hampir setiap kebijakan luar negeri dan isu keamanan nasional utama dalam 40 tahun terakhir."

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan "peluang langka mengambil foto" Obama dan Biden tidak dimaksudkan sebagai reaksi terhadap memoar Gates, namun merupakan tanggapan terhadap tuntutan media untuk lebih banyak akses.

Carney mengatakan presiden memiliki keyakinan penuh terhadap catatan kebijakan luar negeri Biden, termasuk perannya dalam debat-debat pemerintahan mengenai kebijakan Irak dan Afghanistan.

"Presiden telah sering mengatakan bahwa ia sangat mennghargai nasihat dan saran yang diberikan wakil presiden dalam isu-isu domestik dan luar negeri, dan memang seperti itu adanya," ujar Carney.

Memoar Gates, Duty: Memoirs of a Secretary at War, juga berisi observasi yang tajam atas Presiden Obama, terutama mengenai strategi Afghanistan.

Gates menulis bahwa Obama "tidak yakin dengan strateginya sendiri" dan bahwa ada "kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap pejabat-pejabat militer senior dari pejabat-pejabat senior Gedung Putih" dan dari presiden dan wakil presiden.

Carney mengatakan Obama seperti diketahui berkomitmen untuk mencapai misi di Afghanistan, termasuk awalnya meningkatkan kehadiran pasukan AS dan kemudian menguranginya.

Saat ditanya mengenai kesan yang dikirimkan memoar Gates pada pasukan AS, Carney mengatakan bahwa seperti diketahui presiden akan mengubah kebijaksanaan Afghanistan saat terjadi kekacauan dan memberi misi yang jelas.

Dalam sebuah upacara pada Juni 2011 di Pentagon, Obama memuji Gates atas pelayanannya pada delapan presiden dengan memberinya Medali Kebebasan.

"Seorang patriot Amerika yang rendah hati. Seorang pria dengan logika dan kesopanan. Singkatnya, salah satu pegawai negeri terbaik bangsa ini," ujar Obama.

Senator John McCain, lawan Obama dari Partai Republik pada pemilihan presiden 2008, mengatakan memoar Gates mengukuhkan kecurigaan-kecuiragaannya mengenai strategi pemerintah mengenai Afghanistan.

Gedung Putih mencari cara untuk menyoroti komentar-komentar positif dari Gates tentang Obama, termasuk deskripsi mantan menteri pertahanan tersebut bahwa Obama mengambil keputusan yang benar mengenai Afghanistan.

Gates menyebut keputusan Obama untuk menyetujui penggerebekan pasukan khusus di Pakistan yang menewaskan Osama bin Laden "salah satu keputusan paling berani yang pernah saya saksikan di Gedung Putih."

Mantan kepala staf Obama, William Daley, menyebut kecaman-kecaman Gates "tindakan yang merugikan," dengan mengatakan bahwa Obama mendukung pasukan-pasukan AS dan berkomitmen untuk menghancurkan al-Qaida.

Mantan penasihat utama presiden David Axelrod mengatakan Obama dan Gates memiliki hubungan kerja yang baik dan bahwa Obama secara pribadi selalu berkomitmen atas strateginya untuk Afghanistan.
XS
SM
MD
LG