Tautan-tautan Akses

Ratusan Unjuk Rasa Menentang Terorisme di Tunisia


Dua perempuan Tunisia ikut unjuk rasa dengan membawa tulisan "Tidak untuk Terorisme" dalam aksi di Tunis, Jumat (20/3).
Dua perempuan Tunisia ikut unjuk rasa dengan membawa tulisan "Tidak untuk Terorisme" dalam aksi di Tunis, Jumat (20/3).

Ratusan warga Tunisia berpawai di seluruh ibukota Tunis hari Jumat (20/3) untuk menentang terorisme setelah serangan mematikan di museum nasional.

Ratusan warga Tunisia berpawai di seluruh ibukota, Tunis, Jumat (20/3), bukan hanya untuk memperingati 59 tahun kemerdekaan negara itu dari Prancis tetapi juga untuk menentang terorisme, dua hari setelah serangan mematikan di museum nasional Tunisia.

Sebagian besar dari 20 korban yang tewas dalam pembantaian yang diklaim dilakukan oleh ISIS itu merupakan wisatawan asing. Kementerian luar negeri Polandia hari Jumat mengumumkan bahwa warga Polandia ketiga telah tewas. Sepuluh warga Polandia lainnya terluka dalam penembakan massal hari Rabu.

Radio Vatikan hari Jumat melaporkan bahwa Paus Fransiskus mengirimkan sepucuk surat kepada uskup agung Tunisia, yang isinya mengecam serangan itu sebagai tindakan yang “bertentangan dengan perdamaian dan kesucian hidup manusia” serta mendoakan para keluarga, para korban dan rakyat Tunisia.

Pasukan keamanan menembak mati dua laki-laki bersenjata di tempat kejadian hari Rabu, dan setelah itu memburu kaki tangan mereka.

Seorang pejabat tinggi Libya Rafik Chelli mengatakan dalam wawancara TV bahwa kedua laki-laki bersenjata yang tewas – yang diidentifikasi sebagai Yassine Laabidi dan Hatem Khachnaoui – pernah mengikuti pelatihan senjata di Libya, setelah meninggalkan Tunisia secara ilegal pada bulan Desember.

Para pelakunya mengenakan seragam mirip militer ketika mereka “memburu dan mengejar” para turis di Museum Nasional Bardo, kata Perdana Menteri Habib Essid said.

Sedikitnya dua anggota keluarga Khachnaoui dilaporkan telah ditangkap terkait serangan itu.

Recommended

XS
SM
MD
LG