YouTube akan Blokir Konten Misinformasi Vaksin

Kelompok warga AS anti-vaksinasi melakukan aksi unjuk rasa menentang mandat vaksin di Los Angeles, California (9/9).

YouTube akan memblokir video apapun yang mengklaim bahwa vaksin tidak efektif atau berbahaya, termasuk yang mempertanyakan vaksin campak dan cacar air.

Dalam blog yang mengumumkan penegakkan langkah baru itu hari Rabu (29/9), YouTube menyatakan “secara khusus, konten yang secara salah menuduh bahwa vaksin yang disetujui berbahaya dan menimbulkan dampak kesehatan kronis, klaim-klaim bahwa vaksin tidak mengurangi perebakan atau penularan penyakit, atau berisi informasi yang salah tentang zat yang terkandung dalam vaksin – akan dihapus.”

BACA JUGA: Petugas Layanan Kesehatan New York Hadapi Mandat Vaksin 

Ditambahkan, “Vaksin telah menjadi sumber perdebatan sengit selama bertahun-tahun, meskipun ada panduan yang konsisten dari otoritas kesehatan tentang keefektifannya.”

“Hari ini kami memperluas kebijakan tentang misinformasi medis kami di YouTube dengan pedoman baru tentang vaksin yang saat ini diberikan, yang telah disetujui dan dipastikan aman dan efektif oleh pihak berwenang setempat dan Badan Kesehatan Dunia (WHO),” tegas pernyataan itu.

Perusahaan itu mengatakan “akan terus mengijinkan konten tentang kebijakan vaksin, uji coba vaksin baru, dan sejarah keberhasilan atau kegagalan vaksin.”

Kebijakan YouTube tentang kebijakan vaksin telah mendapat reaksi keras karena dinilai terlalu agresif.

YouTube akan memblokir konten yang berisi misinformasi soal vaksin COVID-19.

Perusahaan itu pada hari Selasa (28/9) telah memblokir saluran siaran yang didukung pemerintah Rusia – RT – yang berbahasa Jerman, dengan mengatakan mereka melanggar kebijakan perusahaan itu tentang Covid-19. Sehari kemudian Rusia mengancam akan memblokir YouTube, dengan mengatakan pemblokiran saluran RT “merupakan agresi informasi yang belum pernah terjadi sebelumya.”

YouTube mengatakan sepanjang tahun lalu ia telah memblokir lebih dari 130.000 video karena melanggar kebijakan tentang Covid-19. [em/jm]