2022, Tahun Perjalanan “Bucket List”

Stand layanan perjalanan online global Expedia di Pameran Perdagangan Pariwisata Internasional (ITB) di Berlin, Jerman, 9 Maret 2016. (REUTERS/Fabrizio Bensch).

Jika 2021 adalah tahun perjalanan domestik, 2022 kemungkinan akan menjadi tahun perjalanan impian. Sejumlah agen perjalanan wisata memperkirakan, banyak orang akan mewujudkan keingin mereka untuk berpergian ke tempat-tempat yang ada dalam "bucket list" mereka.

Perusahaan penyedia layanan wisata Expedia menyebut 2022 sebagai tahun GOAT atau singkattan dari greatest of all trips. Dalam survei terhadap 12.000 pelancong di 12 negara, perusahaan itu menemukan bahwa 65 persen responden berencana melakukan perjalanan besar tahun ini, atau perjalanan yang terbilang paling mengasyikkan dan paling menghabiskan biaya dalam hidup mereka.

Amadeus, saingan Expedia, melihat lonjakan pencarian ke tujuan-tujuan wisata epik dalam situsnya. Menurut laporan perusahaan itu, yang diterbitkan pada November 2021, pencarian ke Tanzania meningkat 36 persen, penerbangan ke Petra, Yordania bertambah 22 persen, dan reservasi hotel ke kota-kota dekat Machu Picchu melonjak hampir 50 persen.

Pengunjung berjalan di benteng Inca Machu Picchu di Cusco, Peru, 12 Agustus 2015. (Reuters)

Masih menurut laporan itu, minat perjalanan ke pulau-pulau di Samudera Hindia dan Antartika mengalami peningkatan yang signifikan.

Melanie Lieberman, editor situs web "The Points Guy", mengatakan pandemi yang berkepanjangan mengubah suasana hati para pelancong.

“Kami melihat adanya peningkatan besar permintaan di sektor perjalanan wisata. Ada efek psikologis bahwa sekaranglah saatnya. Bagaimana jika pandemi lain terjadi? Bagaimana jika saya kena lockdown lagi?,” jelasnya.

Stephanie Papaioannou, wakil presiden perusahaan perjalanan mewah Abercrombie & Kent, sependapat dengan Lieberman. Ada "rasa urgensi baru" untuk bepergian, katanya.

Turis mengunjungi kota kuno Petra, Yordania 2 Juli 2021. (REUTERS/Muath Freij)

Setelah kehilangan dua tahun karena pandemi, menurutnya, banyak klien terutama mereka yang sudah cukup berumur dan masih sehat, khawatir mereka tidak punya lagi waktu untuk menunda perjalanan besar mereka.

Lee Thompson, salah satu pendiri perusahaan perjalanan petualangan Flash Pack, juga setuju. "Orang-orang sudah benar-benar ingin berpergian," kataThompson.

Menurutnya, banyak orang menunggu terlalu lama untuk melakukan perjalanan wisata, Mereka tidak lagi ingin menghindari tujuan wisata internasional dan petualangan besar mereka, yang mungkin hanya akan mereka dapatkan sekali dalam seumur hidup.

Menurut Lieberman, meningkatnya minat untuk melakukan perjalanan epik, sebetulnya tak lepas dari gencarnya perusahaan-perusahaan perjalanan wisata dalam menawarkan berbagai potongan harga untuk menutupi kerugian yang mereka derita selama dua tahun terakhir. Meski, menurutnya, persoalan biaya bukanlah pertimbangan utama banyak klien yang ingin melakukan perjalanan besar tahun ini.

Your browser doesn’t support HTML5

2022 Tahun Perjalanan “Bucket list”

“Ya, tentu saja. Dan ini mengejutkan orang-orang yang belum pernah bepergian selama pandemi. Ada tawaran-tawaran wisata dengan harga yang benar-benar murah, seperti ke Karibia, dan khususnya penerbangan-penerbangan ke Eropa. Sepanjang Anda memiliki fleksibilitas waktu dalam rencana perjalanan, Anda bisa mendapatkan paket-paket wisata yang murah.” [ab/uh]