Pemerintahan Trump memberikan dorongan terhadap upaya berbagai perusahaan swasta untuk mewujudkan ruang angkasa sebagai lahan bisnis.
Presiden AS, Donald Trump, hari Kamis menandatangani arahan kebijakan ruang angkasa yang ditujukan untuk merampingkan berbagai peraturan tentang pemanfaatan ruang angkasa untuk tujuan komersil.
Trump menandatangani arahan tersebut hanya dalam hitungan hari setelah SpaceX meluncurkan satu lagi roket dari California yang mengangkut satelit-satelit ke orbit.
Peluncuran tersebut dan beberapa peluncuran lainnya yang direncanakan pada bulan Juni adalah contoh dari semakin besarnya minat industri swasta pada ruang angkasa baik untuk tujuan komersil maupun penelitian ilmiah.
"Perpaduan antara masa renaissance yang baru (kelahiran kembali) dan perkembangan penjelajahan ruang angkasa tahap selanjutnya. Sektor komersil bangkit kembali dan melakukan hal-hal yang benar-benar menarik," ujar Will Marshall, salah satu pendiri dan CEO Planet, salah satu perusahaan penyedia data geospasial.
Perusahaan tersebut telah memanfaatkan kurang lebih 200 satelit yang mengambil gambar seluruh daratan bumi setiap harinya. Marshall menyatakan sebelum kehadiran Planet, gambar satelit hanya diambil setiap tahun atau beberapa tahun. Gambar bumi yang diambil secara teratur dapat dimanfaatkan oleh berbagai industri.
"Anda dapat memanfaatkan data yang ada untuk meningkatkan hasil panen dimana petani dapat memutuskan kapan menambah pupuk, kapan menambah pasokan air untuk tanaman, karena kita dapat mengetahui hasil panen dari orbit. Atau, data gambar satelit itu dapat dimanfaatkan oleh perusahaan pemetaan komersil yang mencoba untuk meningkatkan kualitas peta online, atau data itu dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk berbagai tujuan mulai dari keamanan perbatasan hingga tanggap bencana," ujar Marshall.
Satelit juga mengorbit Bumi untuk tujuan keamanan nasional.
"Beberapa bulan yang lalu kami baru meluncurkan sebuah satelit seperti ini, namun juga memiliki komunikasi berbasis laser. Kami mampu mengirimkan data berkecepatan tinggi sebesar 200 megabit per detik ke bumi dan membuat satelit bisa berkomunikasi satu sama lain. Satelit-satelit yang sama yang kita luncurkan untuk mengamati bumi juga akan mampu mengawasi lingkungan di sekitar kita demi keamanan nasional dan kewaspadaan akan keadaan angkasa," ujar Steve Isakowitz, presiden dan CEO dari Aerospace Communication, sebuah organisasi yang bekerjasama dengan AU AS dan komunitas intelijen.
Stasiun Ruang Angkasa Internasional (International Space Station, ISS), yang memiliki daya tarik besar bagi perusahaan-perusahaan besar dan lembaga penelitian, juga mengorbit bumi. Laboratorium Nasional ISS dan astronot yang ada di dalamnya melakukan serangkaian eksperimen dengan lingkup luas yang tidak mungkin dilakukan di bumi.
"Saat anda menyingkirkan vektor gravitasi, seperti di bumi, kita melihat beberapa dampak dan fenomena terkait dengan hal itu, seperti minimnya sedimentasi, konveksi, dan daya apung,” ujar Jennifer Lopez, pemimpin teknologi inovasi komersil di Center for the Advancement of Science in Space (CASIS) yang mengelola Laboratorium Nasional ISS.
Stasiun ruang angkasa mengorbit bumi 16 kali sehari, dengan paparan terhadap suhu ekstrim dan radiasi, yang memungkinkan dilaksanakannya eksperimen dengan lingkungan yang unik.
Beberapa dari eksperimen tersebut, termasuk eksperimen yang dipersiapkan untuk membantu orang dengan pengeroposan tulang atau mengalami cedera tulang, dapat bermanfaat pada kehidupan di Bumi; namun, temuan-temuan tersebut juga dapat membantu manusia di masa depan dalam mengeksplorasi ruang angkasa yang jauh. Lopez mengemukakan ada penelitian yang “mengamati hancurnya tulang dan otot yang tidak digunakan dengan semestinya di ruang angkasa dan efek dari lingkungan mikro gravitasi terhadap sistem biologis kita.”
“Ada begitu banyak peluang saat ini di angkasa luar; Mars adalah salah satu dari peluang itu,” ujar Chad Anderson, CEO Space Angels, yang berinvestasi dalam industri ruang angkasa.
Dengan upaya NASA mengirimkan manusia ke bulan dan planet Mars, ruang angkasa di sekitar bumi dan di luar itu akan jadi lebih sibuk saat berbagai perusahaan mengeksplorasinya. [ww/dw]