Naoto Kan Terpilih sebagai PM Jepang yang Baru

Mantan Menteri Keuangan itu menghadapi tugas berat untuk mengurangi deflasi serta memotong utang negara yang besar.

Parlemen Jepang telah memilih menteri keuangan Naoto Kan sebagai perdana menteri, setelah mantan PM Yukio Hatoyama dan seluruh Kabinetnya dengan resmi meletakkan jabatan. Kan memenangkan 313 suara dalam majelis rendah parlemen yang kuat, yang dikuasai oleh partainya, Partai Demokrat Jepang. Penantang terdekatnya, Sadakazu Tanigaki dari partai oposisi Demokrat Liberal, memperoleh hanya 116 suara. Dalam pidato sebelum pemungutan suara parlemen, Kan mengatakan kepada anggota partainya dalam parlemen dia ingin menyusun kebijakan yang tegas untuk membangun kembali Jepang.

Sebelumnya hari Jumat, Kan dipilih sebagai pemimpin partainya. Kan, seorang mantan aktivis, berjanji akan bekerja untuk memperbaik ekonomi Jepang dan bekerja dengan bank sentral untuk mengurangi deflasi serta memotong utang negara yang besar.

Kan akan memangku jabatan yang telah terbukti sulit untuk dipertahankan. Ia akan menjadi perdana menteri Jepang yang ke-5 sejak tahun 2007.

Kan, seorang politisi yang lantang, yang diberi nama panggilan “Kan Pemarah” karena sering ribut, adalah wajah yang tidak asing dalam politik Jepang.

Dan karena pemilu yang dijadwalkan bulan Juli, Kan hanya mempunyai waktu yang singkat untuk membantu partainya memperoleh kembali kepercayaan rakyat Jepang dengan harapan akan tetap berkuasa.

Tetapi, tokoh yang berusia 63 tahun itu mempunyai pengalaman meraih kemenangan walaupun sempat ketinggalan. Tidak seperti perdana menteri yang baru meletakkan jabatan Yukio Hatoyama dan beberapa pendahulunya, Kan tidak berasal dari dinasti politik, dan ia membina karir politiknya tanpa koneksi keluarga.

Ia mulai ketika mahasiswa sebagai aktivis masyarakat dan bekerja pada partai-partai politik yang kecil sampai tahun 1996, ketika ia mendirikan Partai Demokrat Jepang bersama Hatoyama.

Tahun itu Kan memperoleh popularitas yang besar ketika sebagai menteri kesehatan, ia memaksa pemerintah untuk mengaku tersangkut dengan skandal darah yang tercemar HIV.

Parlemen Jepang telah memilih menteri keuangan Naoto Kan sebagai perdana menteri, setelah mantan PM Yukio Hatoyama dan seluruh Kabinetnya dengan resmi meletakkan jabatan.


Kan memenangkan 313 suara dalam majelis rendah parlemen yang kuat, yang dikuasai oleh partainya, Partai Demokrat Jepang. Penantang terdekatnya, Sadakazu Tanigaki dari partai oposisi Demokrat Liberal, memperoleh hanya 116 suara.

Sebelumnya hari Jumat, Kan dipilih sebagai pemimpin partainya.

Kan, seorang mantan aktivis, berjanji akan bekerja untuk memperbaik ekonomi Jepang dan bekerja dengan bank sentral untuk mengurangi deflasi.

Dalam pidato sebelum pemungutan suara parlemen, Kan mengatakan kepada anggota partainya dalam parlemen dia ingin menyusun kebijakan yang tegas untuk membangun kembali Jepang.