PM Australia Morrison Masih Harus Bahas Kontrak Kapal Selam dengan Presiden Prancis

  • Associated Press

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut Perdana Menteri Australia Scott Morrison di depan Istana Elysee di Paris, Prancis, 15 Juni 2021. (Foto: REUTERS/Pascal Rossignol)

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada Rabu (22/9) bahwa akan dibutuhkan “waktu lebih lama” untuk menyelesaikan keretakan dengan Prancis karena adanya kesepakatan pertahanan Indo-Pasifik yang membuat Prancis kehilangan kontrak kapal selam bernilai miliaran dollar.

Morrison mengomentari percakapan via telepon pada Rabu (22/9) antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Joe Biden dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan setelah Prancis sangat keberatan ketika AS, Australia, dan Inggris mengumumkan kesepakatan baru itu pekan lalu.

“Saya menyambut baik fakta bahwa mereka telah melakukan diskusi itu dan itu dibahas antara Presiden Biden dan saya kemarin. Jadi saya senang pembicaraan telepon itu terjadi, saya senang dia bisa memperkuat, bukan hanya dari sudut pandang Amerika Serikat, tetapi dari semua mitra dalam kesepakatan baru ini yang sangat kami inginkan akan memainkan peran yang sangat penting di Indo-Pasifik.”

BACA JUGA: Gedung Putih: Percakapan Telepon Biden-Macron 'Bersahabat'

Dalam pembicaraan telepon selama setengah jam itu, Prancis setuju untuk mengirim duta besarnya kembali ke Washington, setelah pekan lalu memanggil duta besarnya untuk Amerika Serikat dan Australia untuk memprotes apa yang dikatakan Prancis sebagai tikaman dari belakang oleh sekutu-sekutunya. Kedua pemimpin juga sepakat untuk bertemu bulan depan untuk membahas jalan terbaik yang perlu ditempuh oleh pihak-pihak terkait.

Sebagai bagian dari pakta pertahanan, Australia akan membatalkan kontrak bernilai miliaran dolar untuk membeli kapal selam diesel-listrik buatan Prancis dan sebagai gantinya akan membeli kapal selam bertenaga nuklir buatan AS.

Morrison mengakui masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki hubungan.

Prancis belum membuat keputusan mengenai duta besarnya untuk Australia. [lt/uh]