Peraih Nobel Perdamaian Serukan Dunia Larang Nuklir

Dari kiri: Ketua Komite Nobel Berit Reiss-Andersen, penyintas bom Hiroshima Setsuko Thurlow dan Direktur Eksekutif ICAN Beatrice Fihn pada penganugerahan Nobel Perdamaian di Oslo, Minggu (10/12).

Seorang aktivis terkemuka dalam Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN) dan pemenang Nobel Perdamaian tahun ini, telah menyamakan tujuan kelompoknya dengan perjuangannya untuk bertahan dalam pemboman Hiroshima.

Setsuko Thurlow, yang berusia 13 tahun ketika bom atom tahun 1945 menghancurkan kotanya, berbicara pada hari Minggu (10/12) pada acara resmi penyerahan hadiah Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia. Kelompok tersebut merupakan kekuatan pendorong di balik perjanjian internasional untuk melarang senjata nuklir.

Perjanjian itu telah ditandatangani oleh 56 negara - tidak satupun yang memiliki kekuatan nuklir - dan diratifikasi hanya oleh tiga negara. Agar perjanjian itu mengikat, diperlukan ratifikasi oleh 50 negara.

Menurut Direktur eksekutif ICAN, Beatrice Fihn, yang menerima hadiah tersebut bersama Thurlow, meskipun perjanjian tersebut masih jauh dari ratifikasi "sekarang, pada akhirnya, kita memiliki norma yang tegas mengenai senjata nuklir." [as]