Pemimpin Pemberontak: Gaddafi dan Keluarga Bisa Tinggal di Libya

Pemimpin pemberontak Libya, Mustafa Abdul Jalil

Mustafa Abdel Jalil mengatakan kemungkinan Gaddafi untuk tetap tinggal di Libya 'akan memerlukan sejumlah persyaratan.'

Pemimpin gerakan oposisi Libya mengatakan bahwa Moammar Gaddafi dan keluarganya dapat tinggal di negara itu apabila mereka menyerahkan kekuasaan, dan pemimpin pemberontak menentukan di mana dan dalam kondisi apa mereka bisa tinggal.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Wall Street Journal hari Minggu, Mustafa Abdel Jalil mengatakan kemungkinan Gaddafi untuk tinggal di Libya "akan memerlukan sejumlah persyaratan." Ia mengatakan pasukan oposisi "akan menentukan di mana ia tinggal dan siapa yang mengawasinya," dan ketentuan yang sama akan berlaku bagi anggota keluarganya.


Komentar Jalil datang untuk memperlunak posisinya, dan mengikuti laporan terbaru dari para pejabat Perancis, Amerika dan Italia. Pemimpin pemberontak itu membuat pernyataan serupa awal bulan ini, tetapi harus mengeluarkan pernyataan penolakan dengan cepat setelah protes meletus di kubu kuat oposisi di Libya timur, Benghazi.

Ia berbicara kepada Wall Street Journal dalam kunjungan pertamanya ke wilayah pegunungan yang dikuasai pemberontak di Libya barat sejak terpilih menjadi pemimpin Dewan Transisi Nasional bulan Februari.

Dalam wawancara itu, Jalil juga mengatakan Qatar mengirim personil militernya ke pegunungan Libya barat untuk melatih para pejuang pemberontak dan membangun sebuah pusat komando operasional. Wall Street Journal mengutip perwakilan Qatar, yang menyertai Jalil ke kota Zintan barat, mengatakan negara Teluk Persia itu baru-baru ini meningkatkan jumlah dan jenis bantuan militernya kepada para pemberontak.