Pakistan-Afghanistan Saling Tuduh Tidak Cukup Menindak Teror

Warga Pakistan berunjuk rasda di lintas perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan yang ditutup di daerah Chaman sebagai balasan dari Islamabad atas serangan teror di provinsi Sindh.

Sebagai balasan atas serangan teror yang menjatuhkan korban paling banyak di Pakistan dalam beberapa tahun ini, pemerintah Pakistan telah menutup perbatasannya dengan Afghanistan.

Pakistan telah menutup perbatasannya dengan Afghanistan, melepaskan tembakan artileri yang gencar ke wilayah tetangganya dan melancarkan penindakan dalam-negeri besar-besaran terhadap kelompok-kelompok militan, yang kabarnya menewaskan lebih dari 100 tersangka, sebagai balasan atas serangan teror yang menjatuhkan korban paling banyak di Pakistan dalam beberapa tahun ini.

Ini adalah yang terbaru dalam beberapa serangan maut di kedua negara yang telah diklaim oleh ISIS. Ini dapat menjadi dasar untuk bersatu memerangi terorisme tetapi sebaliknya tampaknya kedua negara semakin saling menjauhi dengan tuduh-menuduh melindungi kelompok-kelompok yang bertanggung jawab atas serangan lintas-perbatasan.

Pemboman bunuh-diri hari Kamis terjadi di masjid Sufi yang sangat dihormati di Pakistan, yang menewaskan paling sedikit 72 orang dan mencederai banyak lainnya.

Gambar-gambar tempat pemboman di provinsi Sindh itu menimbulkan gelombang kejutan dalam pemerintah Pakistan. Pakistan menuding kelompok Jama-ul-Ahrar, yang beroperasi dari Afghanistan, “sebagai dalang tindak terorisme yang biadab ini,” kata pernyataan dari kantor Sartaj Aziz, penasehat masalah luar negeri Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif.

Pakistan mengatakan telah menyatakan protes keras terhadap Afghanistan.

Kedua negara saling menuduh tidak berbuat cukup untuk menumpas ektrimis yang melancarkan serangan lintas-perbatasan dari kedua pihak.

Menurut pernyataan dari kantornya, Aziz berbicara melalui telepon dengan Penasehat Keamanan Nasional Afghanistan, Hanif Atmar, yang mengatakan perang melawan terorisme mengharuskan kerjasama erat, terutama dalam penjagaan keamanan perbatasan.

Aziz mengutarakan “keprihatinan sungguh-sungguh” bahwa Afghanistan mengabaikan seruan berkali-kali oleh Pakistan akan tindakan terhadap Jama-ul-Ahrar.

Kantor Atmar mengatakan ia mengutuk serangan keji demikian terhadap kaum sipil, dan mengemukakan bahwa ISIS juga telah mengaku bertanggung-jawab atas beberapa serangan baru-baru ini di Afghanistan. [gp]