Tiga ledakan kuat di Kathmandu, ibukota Nepal hari Minggu (26/5) menewaskan empat orang dan melukai sedikitnya tujuh lainnya.
Meskipun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, polisi menduga organisasi komunis terlarang, Splinter Communist Group bertanggung jawab atas ledakan itu.
Polisi mengatakan, sebuah brosur milik Splinter ditemukan di lokasi ledakan pertama. Paling sedikit dari beberapa yang tewas dan terluka diyakini adalah anggota atau pendukung kelompok itu.
Polisi dengan cepat mengamankan kedua daerah itu dan membawa para korban ke rumah sakit terdekat. Pasukan keamanan dan petugas dalam "siaga tinggi" dan berpatroli di lingkungan perumahan di ibukota Nepal.
Kelompok Splinter Communist Group memisahkan diri dari partai Maois yang melawan pasukan pemerintah dari 1996 hingga 2006.
Para anggota partai Maois telah menghentikan pemberontakan bersenjata mereka dan terjun ke dunia politik.
Pada bulan Februari, Splinter Communist Group diduga terlibat dalam pemboman yang menewaskan satu orang di luar kantor perusahaan telekomunikasi Ncell, bagian dari Axiata Group Berhad yang berbasis di Malaysia.
Pemerintah kemudian menyatakan Splinter sebagai kelompok terlarang menyusul insiden itu dan melarang mereka beraktivitas. (ab)