Jamaika Memulai Restriksi Baru Untuk Atasi Penyebaran COVID-19

Pasar Jamaika tetap kosong karena pekerja mendisinfeksi tempat itu selama pandemi COVID-19 pada 23 Mei 2020. (Foto: AFP/Alfredo Estrella)

Para pejabat di Jamaika menyatakan warga dan pengunjung pulau itu sekarang harus menunjukkan hasil tes negatif COVID-19 tidak lebih dari tiga hari sebelum tanggal perjalanan mereka, pekan ini.

Sekarang ini, pengunjung ke Jamaika dapat menyerahkan hasil tes negatif COVID-19 10 hari sebelum memasuki negara itu.

Prakarsa baru, yang mulai berlaku Kamis (4/3), merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membendung lonjakan jumlah kasus.

Larangan PM Andrew Holness terhadap acara pemakaman selama dua pekan, mulai 7 hingga 22 Maret, mengundang paling banyak kekhawatiran. Para politisi oposisi dan penyedia layanan pemakaman menyatakan penundaan pemakaman akan menyebabkan kesulitan finansial.

Holness mengatakan pemakaman yang telah direncanakan hingga 7 Maret dapat berlangsung sesuai rencana, dengan kehadiran maksimum 15 orang, termasuk petugas layanan pemakaman.

Kapasitas tamu pernikahan dikurangi separuhnya, dari 50 menjadi 25 orang.

Jamaika juga memperpanjang larangan penerbangan langsung dari Inggris hingga 22 Maret.

Restriksi baru itu ditetapkan sementara Holness mengatakan negara itu telah mengukuhkan sedikit di atas 1.800 kasus dalam pekan yang lalu.

Sejauh ini, Jamaika telah mengukuhkan lebih dari 23.200 kasus COVID-19 dan 422 kematian sejak awal pandemi. [uh/ab]