Italia Laporkan Jumlah Kematian Baru Terendah dalam 3 Pekan

Peti-peti jenazah para pasien yang meninggal karena komplikasi terkait virus corona (COVID-19) di pemakaman Serravalle Scrivia, di Alessandria, Italia, 23 Maret 2020.

Italia melaporkan jumlah kematian baru akibat virus korona yang terendah dalam tingga minggu. Dan para pejabat mengatakan perawatan inap, termasuk jumlah pasien yang masuk ruang perawatan intensif juga berkurang.

Italia merupakan pusat pandemi COVID-19 di Eropa, dengan lebih dari 156.000 kasus secara total. Namun, sebagian pakar Italia mengatakan jumlah pastinya mungkin lebih tinggi karena tingkat fatalitas yang tinggi di panti-panti jompo di mana banyak pasien belum dites sebelum meninggal dunia.

Associated Press, yang melakukan penghitungan mandiri, melaporkan jumlah kematian akibat virus korona di panti-panti jompo di Amerika Serikat telah melonjak sejak awal April menjadi lebih dari 3.300. Namun, seperti Italia, jumlah pastinya mungkin tidak akan pernah diketahui karena banyak pasien meninggal dunia sebelum sempat dites.

Dr. Deborah Birx, anggota satgas COVID-19 Gedung Putih, menyakini tes di fasilitas-fasilitas bagi warga lansia harus menjadi prioritas.

“Kita harus memastikan agar panti-panti jompo diawasi. Caranya? Dengan melakukan tes secara aktif di panti-panti jompo, baik para lansia dan para pekerja, setiap saat," kata Birx. [vm/ft]