Ulama se-Indonesia Tolak Pemindahan Kedutaan Amerika ke Yerusalem

  • Fathiyah Wardah

Sejumlah ulama ikut hadiri demonstrasi di Monas hari Jumat (11/5) menentang pembukaan Kedubes AS di Yerusalem (foto: VOA/Fathiyah Wardah)

Ijtima ulama se-Indonesia telah memutuskan menolak rencana Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Berbicara dalam aksi demonstrasi di Monas Jakarta hari Jumat (11/5), Penasihat panitia Aksi Islam Bela Al Aqsa Zaitun Rusmin membacakan lima resolusi ulama Indonesia yang dihasilkan dalam konferensi ijtima ulama Indonesia berlangsung di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, akhir pekan lalu.

Poin pertama dalam resolusi tersebut adalah ulama di Indonesia menolak rencana pemindahan Kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Ulama di Indonesia menolak segala upaya untuk merundingkan status Yerusalem dan membina hubungan dengan Israel.

Poin ketiga adalah merupakan kewajiban syariat bagi kaum muslim untuk menolak keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke kota suci bagi tiga agama itu.

"Keempat, mengajak dan mengimbau umat Islam untuk membantu rakyat Palestina dan khususnya penduduk Yerusalem yang terus menjaga tanah suci itu Masjid Al Aqsa dari kebiadaban Israel," kata Zaitun Rusmin, juga menjabat wakil ketua Majelis Ulama Indonesia.

Resolusi kelima, lanjut Zaitun, mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan internasional untuk menentang segala bentuk penjajahan dan kebiadaban yang terjadi terhadap bangsa Palestina, etnis Rohingya, dan di mana saja karena tidak sesuai perikemanusiaan dan perikeadilan.

Demonstrasi besar-besaran berpusat di lapangan Monumen Nasional ini diselenggarakan oleh MUI dan seluruh ormas Islam di Indonesia. Diperkirakan lebih dari sejuta umat Islam menghadiri unjuk rasa ini. Salah seorang diantaranya adalah Agustin dan putrinya, Dea (2 tahun). Warga Bekasi ini datang bersama rombongan dan tiba di Masjid Istiqlal pada Jumat jam tiga dini hari. "Ini kali ketiga saya mengajak Dea setelah Aksi Bela Islam 212 dan Reuni Alumni 212," kata Agustin. Dea tampak menggemaskan dengan dandanan gamis dan jilbab serba hitam dengan ikat kepala bertulisan Save Palestine.

Banyak pesert demonstrasi memotret Dea dengan boneka dan bendera Palestina di tangan.

Amerika akan meresmikan kedutaannya di Yerusalem Senin pekan depan, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel. [fw/em]