AS Evakuasi 7.400 Orang dari Afghanistan dalam 24 Jam

Warga Afghanistan antre di bandara internasional Hamid Karzai di Kabul, menunggu untuk dievakuasi dengan pesawat militer AS (20/8).

Amerika Serikat pada hari Minggu (22/8) mengatakan telah mengevakuasi 7.400 orang lagi dari Kabul dalam 24 jam terakhir, bahkan ketika para pejabat Amerika menghadapi apa yang digambarkan oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken sebagai “situasi yang sangat tidak stabil di bandara” setelah Taliban mengambil alih Afghanistan seminggu yang lalu.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin

Sementara itu, Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengaktifkan penggunaan 18 jet penumpang sipil AS dari enam maskapai penerbangan untuk membantu mengangkut warga Amerika dan Afghanistan dari tempat-tempat aman di mana mereka ditampung setelah meninggalkan Kabul. Penggunaan pesawat sipil ini adalah yang ketiga kalinya dalam 30 tahun terakhir yang dilakukan Amerika.

Blinken mengatakan dalam acara jaringan televisi “Fox News Sunday” bahwa kelompok pengungsi terbaru, yakni orang Amerika dan Afghanistan yang telah membantu Amerika dalam 20 tahun pertempuran di Afghanistan, meninggalkan Kabul dengan 60 penerbangan, dan banyak dari penerbangan itu menuju ke negara-negara di Timur Tengah.

Secara keseluruhan, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan AS telah mengevakuasi 25.100 orang pada minggu lalu dengan total 30.000 sejak akhir Juli.

BACA JUGA: Kedutaan AS Imbau Warga AS Agar Tidak Mendatangi Bandara Kabul

Adegan kacau di bandara Kabul ketika warga Amerika mencoba melarikan diri dari Afghanistan dan orang-orang Afghanistan yang mencoba melarikan diri dari tanah air mereka karena pengambilalihan negara itu oleh Taliban telah disiarkan di seluruh dunia selama beberapa hari ini.

Tetapi penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan pada acara televisi CNN “State of the Union” bahwa pasukan AS telah “mengamankan jalur aman yang memungkinkan sejumlah besar warga Amerika sampai di bandara dan menuju landas pacu.” [lt/jm]