Analis: Harapan Rusia terhadap Trump Tidak Terpenuhi

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pertemuan di Moskow, Rusia, 15 Januari 2018.

Sementara para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Donald Trump, bersiap-siap bertemu di Forum Ekonomi Dunia di Swiss, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya gagal menerima kenyataan bahwa dunia multi-kutub dan bahwa mereka berkehendak melaksanakan urusan mereka melalui ultimatum dan kediktatoran.

Menurut seorang analis kepada wartawan VOA Zlatica Hoke, tuduhan itu merupakan pernyataan frustrasi Moskow sehubungan dengan harapan Trump akan membantu mencabut sanksi-sanksi internasional terhadap Rusia karena campur tangannya di Ukraina.

Presiden Donald Trump mendapat kecaman dalam beberapa isu beberapa hari belakangan ini. Pengecam di dalam dan di luar negeri telah menuduhnya rasis terkait pernyataannya mengenai imigran dari Haiti dan Afrika.

Demonstran di Swiss ingin menghalangi kehadirannya pekan depan di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah menuduh Amerika berupaya menerapkan kehendaknya di seluruh dunia.

"Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya menggunakan sejumlah metode, mulai dari menggelar sistem pertahanan misil global hingga sanksi-sanksi sepihak, penerapan legislasi mereka sendiri di luar jurisdiksi mereka, atau ancaman untuk menyelesaikan masalah internasional semata-mata berdasarkan skenario mereka sendiri,” kata Lavrov.

Lavrov mengatakan dalam konferensi pers di Moskow hari Senin (15/1) bahwa pemerintahan yang sekarang bekerja sesuai dengan pemerintahan Obama dan bahwa dalam beberapa hal Trump bahkan lebih tegas. Ia mengemukakan, "Sayangnya, para sejawat Amerika kita dan sekutu-sekutu mereka masih ingin bekerja semata-mata dengan landasan mengeluarkan ultimatum dan tidak ingin mendengarkan pandangan pusat-pusat politik dunia lainnya. Faktanya, mereka tidak ingin mengakui realitas munculnya dunia yang multi-kutub.”

Kritik Lavrov mencerminkan pernyataan frustrasi Rusia yang berharap Trump mungkin akan mengabaikan campur tangannya di Ukraina, kata analis Peter Eltsov dari National Defense University.

"Apa yang benar-benar terlihat adalah mereka salah perhitungan dan mereka tidak pernah dapat memahami betapa dalamnya pemisahan kekuasaan di negara ini – bahwa Kongres sangat berkuasa, bahwa pengadilan sangat berkuasa dan bahwa Donald Trump sendiri pun tidak terlalu mendukung perbaikan hubungan dengan Rusia secara drastis,” jelasnya.

Eltsov mengatakan klaim bahwa pemerintahan Trump ingin mendikte dunia adalah “mantra lama” Presiden Rusia Vladimir Putin. Eltsov menambahkan, "Apa yang dikatakan Lavrov sebetulnya tidak benar, menurut saya ini hanya menunjukkan keinginan pemerintah Rusia untuk memajukan agenda Rusia.”

Pakar Rusia ini memuji rencana Presiden Trump untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia. Trump telah lama menyatakan tidak setuju dengan globalisasi dan perdagangan bebas yang dikemukakan dalam pertemuan di Davos dan ia mungkin akan dapat memperluas diskusi, ujar Eltsov. [uh/ab]