Amnesty International: Korban Demonstrasi Mesir Butuh Bantuan Lebih Besar

Pasukan keamanan Mesir dituduh melakukan tindak kekerasan terhadap para demonstran saat penggulingan Mubarak.

Organisasi HAM di London itu mengatakan pemerintah Mesir perlu membayar biaya pengobatan bagi korban luka parah akibat tindak kekerasan pasukan keamanan.

Amnesty International mendesak Mesir agar mengambil langkah tambahan untuk membantu para korban tindakan keras pemerintah terhadap demonstrasi oposisi sebelum pengunduran diri mantan Presiden Hosni Mubarak bulan Februari.

Organisasi hak asasi yang berbasis di London itu merilis laporan hari Kamis yang mengatakan pemerintah perlu membayar biaya pengobatan untuk orang-orang yang luka parah dalam tindakan keras tersebut.

Amnesty mengatakan pihaknya punya bukti bahwa pasukan keamanan memperlihatkan “sikap tidak perduli terhadap nyawa manusia” ketika mereka berusaha menghentikan demonstrasi menentang Presiden Mubarak.

Organisasi itu mengatakan lebih 6.000 orang luka-luka dalam pergolakan itu, sebagian diantara mereka untuk selama-lamanya. Amnesty mengatakan sekurang-kurangnya 840 orang tewas.

Organisasi itu juga mengatakan laporan bulan April dari komisi pencari fakta yang diangkat oleh negara Mesir terlalu terbatas. Amnesty mengatakan komisi itu tidak menerbitkan semua nama korban yang tewas dalam demonstrasi-demonstrasi itu atau keadaan kematian mereka. Organisasi hak asasi itu mengatakan informasi itu sangat penting dalam membantu keluarga korban pulih dari trauma.