Tautan-tautan Akses

AS

YouTuber Yang Dituduh Aniaya Anak-Anak Meninggal 


Foto Machelle Hobson yang dirilis Kantor Pinal County Sheriff. Hobson dituduh menyiksa anak adopsi yang membintangi video di kanal Youtubenya.

Seorang perempuan Arizona yang dituduh telah menganiaya anak-anak adopsinya yang membintangi saluran YouTube populer yang dibuatnya, meninggal dunia pada Selasa (12/11).

Juru bicara Kepolisian Maricopa di Phoenix, Ricardo Alvarado, mengatakan Machelle Hobson meninggal di sebuah rumah sakit di Phoenix secara alamiah dan tidak mencurigai telah terjadinya tindak kejahatan terhadap dirinya.

Hobson, yang berusia 48 tahun, dituduh telah dengan sengaja membuat anak-anaknya kelaparan dan menggunakan semprotan merica untuk menghukum mereka ketika tidak tampil sesuai arahannya dalam sandiwara yang direkam dan ditayangkan di YouTube.

Pihak berwenang mengatakan Hobson mengurung anak-anaknya di dalam lemari selama berhari-hari, tanpa makanan dan air minum, atau akses ke kamar mandi.

YouTube menghentikan saluran Hobson setelah mendapati bahwa saluran itu melanggar pedomannya.

Juru bicara kantor Sherrif Pinal County, Lauren Reimer, mengatakan Hobson dirawat di rumah sakit dengan “masalah kesehatan ekstrem” akhir Mei lalu dan dibebaskan dari tahanan pada 12 Juni karena diagonis medis. Keberadaannya tidak diketahui hingga akhirnya ia kembali dirawat di rumah sakit baru-baru ini.

Seorang hakim pada Agustus lalu menyatakan Hobson tidak kompeten untuk diadili. Kasus pidana Hobson ditunda sementara otorita berwenang berusaha memulihkan kondisi Hobson.

Rumah Machelle Hobson di Maricopa, Arizona, 20 Maret 2019. (Foto: AP)
Rumah Machelle Hobson di Maricopa, Arizona, 20 Maret 2019. (Foto: AP)

Kantor Kejaksaan Pinal, badan yang menuntut Hobson, tidak menanggapi permohonan Associated Press untuk mengomentari kasus itu. Tetapi pengacara di distrik itu, Kent Volkmer, dalam konferesi pers mengatakan sedih dengan kematian Hobson. Suratkabar lokal Maricopa Monitor melaporkan Volkmer tidak mengelaborasi kondisi medis Hobson.

Volkmer mengatakan meskipun tim jaksa berupaya membuktikan tuntutan terhadap Hobson, ia gembira anak-anak adopsi Hobson tidak perlu mengikuti persidangan itu lagi.

“Satu-satunya cara untuk membuktikan tuduhan-tuduhan itu adalah jika anak-anak Hobson diharuskan memberi kesaksian di bawah sumpah di hadapan juri, di hadapan dunia. Berkat resolusi kasus ini, anak-anak itu tidak perlu lagi memberi kesaksian. Mereka kini dapat memulai proses pemulihan,” ujarnya.

Polisi mengatakan anak-anak adopsi itu dikeluarkan dari sekolah oleh Hobson agar dapat memfilmkan serial video, dan selama bertahun-tahun mereka tidak pernah kembali ke sekolah.

Putri biologis Hobson yang sudah dewasa, memberi informasi kepada polisi tentang penganiayaan itu.

The Arizona Department of Child Safety pun segera memindahkan anak-anak tersebut dari rumah Hobson. [em/pp]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG