Tautan-tautan Akses

Washington Rayakan 100 Tahun Pohon Sakura


Bunga-bunga sakura bermekaran di sekeliling Tidal Basin di Washington, DC.
Bunga-bunga sakura bermekaran di sekeliling Tidal Basin di Washington, DC.

Perayaan seratus tahun sejak pohon sakura pertama kali ditanam di kota Washington bertepatan dengan puncak mekarnya tanaman tersebut.

Bunga sakura yang bermekaran tahun ini memberikan pemandangan yang spektakuler.

Warga Washington, Aarti Kabade menikmati festival Cherry Blossom pertama bersama teman-temannya. "Kami benar-benar menikmatinya. Kami senang sekali, dan ini adalah war-warna yang sangat indah untuk dipandang," ujar Kabade.

Festival tahun ini sekaligus memperingati 100 tahun hadiah pohon pertama dari walikota Tokyo sebagai tanda persahabatan antara Jepang dan Amerika. Sekitar 100 dari 3.000 pohon hadiah yang asli masih bertahan hidup. Yang lain merupakan pemberian pemerintah Jepang kemudian atau dibiakkan dari pohon-pohon aslinya.

Anne Ullberg pindah ke Amerika dari Perancis enam tahun lalu. Katanya ia senang melihat lebih banyak turis Jepang di Washington, setahun setelah gempa bumi dan tsunami menghancurkan pantai timur laut negara itu. Menurut Ullberg, "Saya kira tahun ini akan lebih indah dari tahun-tahun sebelumnya sebab sebagian mereka bisa kembali sekarang."

Berbagai aktivitas meramaikan festival ini. Banyak di antaranya menampilkan budaya Jepang. Di Museum Bangunan Nasional di Washington ini, kelompok tari Shizumi Kodomo berpentas. Kelompok anak-anak multikultural yang tinggal di Maryland ini menggalakkan tari sebagai bahasa internasional. Kelompok ini dimulai oleh penari Shizumi Shigeto Manale yang menggabungkan gerakan-gerakan Jepang dengan berbagai jenis tarian Amerika. "Berada di Amerika, Saya ingin memiliki warna dan gaya Amerika, dan kemudian saya mengembangkan perpaduan gaya Amerika dan Jepang ini," ujar Manale.

Kegiatan di Museum Bangunan juga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mencoba pakaian tradisional Jepang yang berasal dari Museum Anak Nasional di Washington. Juru bicara Lisa Marie Ryder mengatakan museum itu berharap anak-anak akan tertarik dengan budaya Jepang. Kata Ryder, "Salah satu cara untuk membuat mereka tertarik budaya Jepang adalah dengan merasakan dan menyentuh barang-barang tradisional Jepang. Kami berharap mereka akan bersemangat untuk belajar tentang Jepang dan dunia di sekitar mereka."

Festival Cherry Blossom juga menyediakan berbagai kegiatan bagi anak-anak untuk belajar kerajinan yang mencerminkan budaya Jepang. Misalnya, Judytte Purdy dari Filipina membantu putrinya membuat boneka ala Jepang atau Katelyn Hinkel yang menikmati kesibukannya dengan menempelkan brondong jagung, ke pohon mini sehingga kelihatan seperti pohon sakura dengan bunga yang sedang bermekaran.”

Festival Cherry Blossom akan berlangsung hingga akhir April, dan menekankan hubungan abadi antara Amerika dan Jepang.
XS
SM
MD
LG