Tautan-tautan Akses

Walaupun Tak Ada Migrasi, Populasi Muslim di Eropa Akan Meningkat


Pengungsi Irak Kurdi menyiapkan makan malam di kamp pengungsi Ritsona, tak jauh dari Chalcis, Yunani, sekitar 50 kilometer utara Atena, 10 Maret 2017.
Pengungsi Irak Kurdi menyiapkan makan malam di kamp pengungsi Ritsona, tak jauh dari Chalcis, Yunani, sekitar 50 kilometer utara Atena, 10 Maret 2017.

Jumlah penduduk Muslim di Eropa akan terus naik dalam tiga dasawarsa ke depan, mesti negara-negara Eropa menutup perbatasan untuk migran dan para pengungsi, menurut laporan yang dirilis oleh Pusat Riset Pew, Rabu (29/11).

Menurut data Pew, jumlah warga Muslim sekitar 4,9 persen dari total populasi Eropa pada 2016 atau 25,8 juta orang, yang tersebar di 30 negara. Jumlah ini meningkat dari 3,8 persen, atau 19,5 juta orang pada 2010. Jumlah migran Muslim yang datang ke Eropa melonjak setelah 2014 menjadi hampir setengah juta setiap tahun, sebagian besar karena orang yang melarikan diri dari konflik di Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Riset ini mencakup 28 negara anggota Uni Eropa ditambah Norwegia dan Swiss.

Laporan itu mempertimbangkan tiga skenario: tidak ada migrasi antara 2016 dan 2050; migrasi medium, di mana arus pengungsi berhenti tetapi migrasi berlanjut karena alasan lain; dan migrasi tinggi, di mana laju arus migran antara 2014 dan 2016 berlanjut dengan komposisi agama yang sama.

Menurut skenario pertama, populasi akan terus bertumbuh karena Muslim rata-rata 13 tahun lebih muda daripada warga Eropa lain dan memiliki tingkat kelahiran lebih tinggi.

Kajian itu memroyeksikan populasi Muslim dapat mencapai 7,4 persen dari seluruh populasi Eropa pada 2050, meskipun tanpa migrasi.

Menurut skenario migrasi medium, Muslim bisa berkisar 11,2 persen dari populasi Eropa pada 2050.

Sedangkan menurut skenario migrasi tinggi, laju migrasi yang datang antara 2014 dan 2016 berlanjut seterusnya, maka jumlah Muslim di Eropa mencapai 75 juta atau sekitar 14 persen dari populasi pada 2050.

Meskipun dengan skenario dengan pertumbuhan populasi Muslim paling tinggi, jumlahnya akan masih jauh lebih kecil daripada populasi Kristen dan tak beragama di Eropa, menurut kajian tadi. [ds]

Recommended

XS
SM
MD
LG