Tautan-tautan Akses

Vietnam Protes Aktivitas China di Laut China Selatan


Jurubicara Kementrian Luar Negeri Vietnam Le Hai Binh berbicara di konferensi pres di Hanoi, Vietnam bulan Februari lalu. (Foto: dok.)
Jurubicara Kementrian Luar Negeri Vietnam Le Hai Binh berbicara di konferensi pres di Hanoi, Vietnam bulan Februari lalu. (Foto: dok.)

Vietnam memprotes aktivitas China baru-baru ini di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan, yang disebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Vietnam Kamis (14/7).

Media pemerintah China melaporkan dua pesawat sipil China Rabu (13/7) berhasil mendarat di lapangan udara yang baru dibangun di pulau karang Mischief dan Subi. China juga menyatakan telah menuntaskan pembangunan empat mercu suar di pulau-pulau karang yang disengketakan dan sedang membuat mercusuar yang ke-lima.

Perkembangan terbaru ini terjadi sementara mahkamah arbitrase PBB pekan ini memutuskan bahwa klaim teritorial China yang luas melanggar hukum laut internasional. Mahkamah Tetap Arbitrase yang berbasis di Den Haag menolak klaim China yang luas, praktis terhadap seluruh wilayah laut China Selatan, menjawab keluhan yang diajukan Filipina. Beijing menyatakan tidak mengakui putusan itu.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Le Hai Binh meminta Beijing agar menghentikan aksi-aksi yang memperuncing situasi.

Meskipun ada tentangan Vietnam dan keprihatinan masyarakat internasional, China melakukan tindakan-tindakan yang melanggar serius kedaulatan Vietnam dan melanggar hukum. Tindakan itu juga tidak dapat mengubah fakta mengenai kedaulatan Vietnam atas kepulauan Hoang Sa dan Truong, kata Binh, merujuk pada kepulauan Paracel dan Spratly di Laut China Selatan.

Binh menegaskan bahwa Vietnam memiliki landasan hukum dan bukti-bukti sejarah yang mengukuhkan kedaulatannya atas dua gugusan pulau itu.

Enam negara di kawasan memiliki klaim tumpang tindih di perairan Laut China Selatan yang kaya sumberdaya energi dan ikan.

Di Beijing, jurubicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang Kamis mengatakan, China pasti akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang menantang hak-hak dan kepentingan China dengan melakukan tindakan provokatif berdasarkan putusan itu,

Wakil Menteri Luar Negeri Liu Zhenmin Rabu mengatakan Beijing akan menetapkan suatu zona identifikasi pertahanan udara di atas perairan itu jika merasa terancam, suatu langkah yang akan meningkatkan ketegangan.

Meskipun mengklaim daratan yang sama yang juga diklaim Filipina, Vietnam menyambut baik keputusan mahkamah arbitrase yang diprakarsai oleh Manila dan mengambil sikap keras terhadap Beijing di dalam ASEAN yang beranggotakan 10 negara. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG