Tautan-tautan Akses

Utusan Sudan Diskusikan Bantuan Kemanusiaan


Angkatan laut dan pasukan khusus Saudi mengerek para pengungsi di atas kapal selama operasi penyelamatan dari Port Sudan ke Jeddah, pada 30 April 2023. (Foto: AFP)
Angkatan laut dan pasukan khusus Saudi mengerek para pengungsi di atas kapal selama operasi penyelamatan dari Port Sudan ke Jeddah, pada 30 April 2023. (Foto: AFP)

Para utusan dari dua faksi yang berperang di Sudan kini berada di Arab Saudi untuk mengatur pembukaan koridor kemanusiaan di Sudan. Kedua pihak bersikeras bahwa mereka akan duduk berhadapan hanya untuk membahas upaya meredakan situasi kemanusiaan di negara di Afrika Utara itu dan tidak membahas gencatan senjata.

Pembicaraan praperundingan dimulai pada Sabtu (6/5). Kerajaan Saudi telah berjanji akan memberi Sudan bantuan kemanusiaan senilai $100 juta.

Pertempuran meletus di Sudan pada pertengahan April lalu. Setelah pertempuran beberapa pekan saja antara pasukan militer dan paramiliter di negara itu, ratusan ribu orang Sudan terpaksa mengungsi dari rumah mereka, banyak di antaranya yang mengungsi di negara-negara tetangganya.

Kedua pihak – militer Sudan yang dipimpin Jenderal Abdel-Fattah Burhan dan paramiliter, Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang dipimpin Jenderal Mohammed Hamdan Dagalo – belum pernah bertemu sejak pertempuran meletus pada 15 April.

Kesepakatan gencatan senjata yang rapuh telah gagal mengakhiri konflik atau bahkan untuk mengurangi kekerasan.

Badan migrasi PBB mengatakan baru-baru ini bahwa sedikitnya 334 ribu orang telah mengungsi di dalam negeri akibat pertempuran itu, selain 100 ribu orang lainnya yang melarikan diri keluar negara itu. Badan pengungsi PBB telah memperingatkan bahwa pertempuran dapat menyebabkan lebih dari 800 ribu orang melarikan diri dari Sudan. Sebagian besar operasi bantuan telah dihentikan atau sangat dikurangi karena kurangnya keamanan. Beberapa pekerja bantuan telah tewas akibat pertempuran di sana.

Penjarahan juga menghambat operasi bantuan. Program Pangan Dunia mengatakan hampir 17 ribu ton makanan bernilai antara $13 juta dan $14 juta telah dicuri dari gudang-gudangnya di berbagai penjuru Sudan.

Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah baru-baru ini mengatakan telah mengeluarkan seruan darurat untuk mendukung Bulan Sabit Merah Sudan dalam upayanya untuk mengirimkan bantuan bagi 200 ribu orang. [uh/lt]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG