Tautan-tautan Akses

UNICEF Siapkan Antisipasi Jika Pecah Konflik Sudan Pasca Referendum


Seorang balita sedang makan di tempat perawatannya di sebuah rumah sakit di Sudan. UNICEF mengkhawatirkan krisis kemanusiaan, khususnya terhadap anak-anak jika pecah konflik di Sudan selatan.
Seorang balita sedang makan di tempat perawatannya di sebuah rumah sakit di Sudan. UNICEF mengkhawatirkan krisis kemanusiaan, khususnya terhadap anak-anak jika pecah konflik di Sudan selatan.

Direktur Program UNICEF mengatakan lembaga bantuan bisa menghadapi krisis kemanusiaan sebagai konsekuensi dari referendum kemerdekaan Januari.

Badan PBB untuk anak-anak atau UNICEF mengatakan sedang bersiap-siap menghadapi kasus-terburuk jika terjadi konflik setelah referendum kemerdekaan bagi Sudan Selatan bulan depan. UNICEF mengatakan tidak bisa diperkirakan apa yang akan terjadi, tetapi badan itu harus siap menyediakan layanan darurat bagi ratusan ribu anak-anak.

Sudan Selatan dalam keadaan yang relatif stabil sejak menandatangani perjanjian damai dengan Sudan Utara lima tahun yang lalu. Periode yang relatif tenang saat ini telah menciptakan beberapa peluang untuk membangun, tapi belum cukup.

UNICEF menggambarkan bahwa situasi kemanusiaan di sana mengerikan. Dan, Direktur Program UNICEF di Daerah Sudan Selatan, Yasmin Ali Haque, mengatakan lembaga-lembaga bantuan bisa menghadapi krisis kemanusiaan sebagai konsekuensi dari referendum kemerdekaan pada bulan Januari.

Yasmin Haque mengatakan PBB sedang mengupayakan sebuah rencana darurat untuk menghadapi segala kemungkinan.

"Diperhitungkan bahwa mungkin akan terjadi konflik, dalam hal ini, ada kemungkinan perpindahan populasi, pengungsian dan lain-lain. Jadi, dalam hal kesiapsiagaan, benar-benar dilihat bagaimana UNICEF dan badan-badan lainnya dalam memenuhi komitmen mereka untuk menghadapi krisis kemanusiaan."

Haque selanjutnya mengatakan prioritas UNICEF adalah anak-anak di Sudan Selatan. Ia menyebut keadaan mereka sangat menyedihkan, dan data statistik mendukung hal itu.

UNICEF melaporkan untuk setiap 1.000 kelahiran, ada 102 bayi yang meninggal.

Data itu menunjukkan banyak anak yang menderita kekurangan gizi akut dan kronis, dan Sudan selatan adalah salah satu negara dengan tingkat imunisasi rutin terendah di dunia. Lebih dari 90 persen penduduk hidup dengan uang kurang dari satu dolar per harinya. Sebagian besar penduduk tidak punya sumber air minum yang bersih dan kebanyakan anak-anak di Sudan Selatan mendapat pendidikan Sekolah Dasar kurang dari lima tahun.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Haque mengatakan UNICEF menempatkan sejumlah posko-posko layanan utama bagi anak-anak.
Haque menambahkan, "Bagaimana kita menangani kebutuhan anak-anak yang mungkin terpisah dari keluarga mereka, dan memastikan bahwa hal itu tidak akan terjadi. Ataupun, jika terjadi, kita akan punya sistem yang digunakan untuk melacak keluarga-keluarga dan mempersatukan kembali anak-anak dengan keluarganya, terutama melihat berbagai ancaman yang dihadapi anak-anak dalam situasi konflik."

XS
SM
MD
LG