Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Usulkan Larangan terhadap Minyak dan Sanksi terhadap Bank Rusia


Bendera Uni Eropa berkibar di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussel, Belgia, 5 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Yves Herman)
Bendera Uni Eropa berkibar di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussel, Belgia, 5 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Yves Herman)

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengungkapkan paket sanksi-sanksi baru yang mencakup larangan terhadap semua minyak Rusia, dengan impor minyak mentah berhenti dalam enam bulan dan impor produk olahan pada akhir tahun.

Paket ini harus disetujui dengan suara bulat oleh para anggota Uni Eropa.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengungkapkan paket sanksi-sanksi baru yang mencakup larangan terhadap semua minyak Rusia, dengan impor minyak mentah berhenti dalam enam bulan dan impor produk olahan pada akhir tahun. (Foto: via AP)
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengungkapkan paket sanksi-sanksi baru yang mencakup larangan terhadap semua minyak Rusia, dengan impor minyak mentah berhenti dalam enam bulan dan impor produk olahan pada akhir tahun. (Foto: via AP)

“Mari kita perjelas, ini tidak akan mudah karena beberapa negara anggota sangat bergantung pada minyak Rusia, tetapi kita harus melakukannya,” kata von der Leyen kepada Parlemen Eropa.

Ia mengatakan pendekatan bertahap itu akan memungkinkan para anggota Uni Eropa mencari alternatif bagi impor dari Rusia dan menumpulkan efek negatif terhadap pasar energi global, membantu memaksimalkan tekanan terhadap Rusia sambil meminimalkan kerugian ekonomi ikutannya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mendorong tindakan Eropa yang lebih luas untuk memutus impor energi Rusia, dan mengatakan awal pekan ini bahwa paket baru Uni Eropa “harus mencakup langkah-langkah jelas untuk memblokir pendapatan Rusia dari sumber-sumber energi.”

Usulan sanksi-sanksi Uni Eropa itu juga mencakup dikeluarkannya bank terbesar Rusia, Sberbank, dari sistem pesan dan transaksi internasional SWIFT, dan mencatat para perwira tinggi militer “yang melakukan kejahatan perang di Bucha dan mereka yang bertanggung jawab atas pengepungan Mariupol yang tidak manusiawi.”

“Ini mengirimkan sinyal penting lainnya kepada semua pelaku di Kremlin: Kami tahu siapa kalian, kami akan menuntut pertanggungjawaban kalian, kalian tidak akan dapat lolos dari ini,” kata von der Leyen.

Ia menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin “harus membayar harga mahal tinggi atas agresi brutalnya.”

Setelah lebih dari dua bulan perang, Rusia gagal merebut kota-kota penting termasuk Ibu Kota Ukraina, Kyiv. (Foto: VOA)
Setelah lebih dari dua bulan perang, Rusia gagal merebut kota-kota penting termasuk Ibu Kota Ukraina, Kyiv. (Foto: VOA)

"Putin ingin menghapus Ukraina dari peta dan ia jelas tidak akan berhasil. Sebaliknya, Ukraina telah bangkit dengan berani dan bersatu, dan negaranya sendiri, Rusia, yang Putin tenggelamkan,” lanjut von der Leyen.

Di dalam Ukraina, Rusia meningkatkan pengeboman di bagian timur dan selatan negara itu, tindakan yang disebut Zelenskyy sebagai pasukan Rusia bereaksi “dengan kemarahan besar karena keberhasilan kami.”

“Skala gempuran hari ini jelas tidak mengindikasikan bahwa Rusia memiliki tujuan militer khusus apa pun,” katanya dalam pidato Selasa malam.

Target Rusia mencakup kota pelabuhan di bagian selatan yang terkepung, Mariupol, di mana pasukan Ukraina terakhir yang tersisa di sana telah bersembunyi di pabrik baja Azovstal bersama dengan ratusan warga sipil.

PBB menyatakan Selasa bahwa 101 orang telah dievakuasi dengan selamat dari lokasi itu dan bersama dengan warga sipil lainnya dari kota Manhush dibawa ke kota Zaporizhzhia yang dikuasai Ukraina, sekitar 230 kilometer sebelah barat laut Mariupol di mana mereka menerima bantuan kemanusiaan awal dan perawatan kesehatan. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG