Tautan-tautan Akses

Ukraina, Afghanistan Jadi Sorotan dalam Kunjungan Blinken ke Brussels


Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menghadiri konferensi pers di Brussels, Belgia, 24 Maret 2021. (Foto: Virginia Mayo via REUTERS)

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Brussels pada hari Selasa (13/4) untuk bertemu dengan sekutu-sekutu Eropa dan NATO mengenai berbagai isu, termasuk penambahan pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina dan operasi koalisi di Afghanistan.

Lawatan itu berlangsung tiga pekan setelah Blinken berada di Brussels untuk mengikuti pertemuan tingkat tinggi dengan sejawatnya dari negara-negara anggota NATO. Blinken membicarakan tentang prioritas bagi AS untuk berfokus pada penguatan hubungan dengan para sekutu dalam pertemuan terdahulu.

“Senang akan kembali ke Brussels. AS berkomitmen untuk membangun kembali aliansi AS, khususnya dengan sekutu-sekutu NATO kami,” cuit Blinken pada hari Senin (12/4). “Kami tetap teguh dalam mendukung NATO sebagai forum esensial untuk keamanan trans-Atlantik."

Jadwal Blinken pada hari Selasa (13/4) mencakup pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.

Pengerahan pasukan Rusia baru-baru ini ke daerah perbatasan telah meningkatkan keprihatinan di AS dan tempat-tempat lainnya.

Blinken berbicara dengan Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengenai situasi pada hari Senin (12/4) dan menyatakan ada kesepakatan bersama bahwa “Rusia harus mengakhiri penambahan kekuatan militernya yang berbahaya dan agresi yang sedang berlangsung di perbatasan Ukraina.”

Philip Reeker, penjabat asisten menteri luar negeri AS untuk Biro Urusan Eropa dan Eurasia, mengatakan kepada wartawan dalam peninjauan mengenai pertemuan Blinken bahwa pembicaraan NATO mengenai Ukraina akan membawa seruan agar Rusia menunjukkan pengendalian diri dan menahan diri dari berbagai tindakan eskalasi.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin juga bergabung dengan Blinken di Brussels.

Topik pembahasan penting lainnya adalah situasi di Afghanistan hanya beberapa pekan sebelum tenggat 1 Mei yang ditetapkan dalam kesepakatan antara pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump dan Taliban bagi penarikan mundur 2.500 tentara AS yang tersisa dari negara itu.

Reeker mengatakan pembicaraan itu akan menjadi kesempatan untuk menindaklanjuti pembahasan mengenai Afghanistan dari pertemuan para menteri bulan lalu. Blinken mengatakan dalam pembicaraan Maret lalu bahwa AS ingin “mendengar dan berkonsultasi” dengan sekutu-sekutunya di NATO, sambil berjanji akan keluar dari Afghanistan bersama-sama ketika waktunya tepat. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG