Tautan-tautan Akses

Topan Bopha Hantam Filipina Selatan


Bizimana Emmanuel, who was born two years before the genocide, is consoled by an unidentified woman while attending a ceremony to mark the 20th anniversary of the Rwandan genocide, at Amahoro stadium in Kigali, April 7, 2014.
Bizimana Emmanuel, who was born two years before the genocide, is consoled by an unidentified woman while attending a ceremony to mark the 20th anniversary of the Rwandan genocide, at Amahoro stadium in Kigali, April 7, 2014.

Topan Bopha mencapai daratan dekat pulau Mindanao, Filipina selatan, Selasa pagi (4/12) dengan angin berkecepatan 210 kilometer per jam.

Topan kuat menghantam Filipina selatan, mencabut pohon-pohon, menerbangkan atap-atap rumah dan mengakibatkan ribuan penduduk mengungsi ke tempat-tempat penampungan yang disediakan pemerintah.

Topan Bopha mencapai daratan Selasa pagi dekat pulau Mindanao, Filipina selatan, dengan angin berkecepatan 210 kilometer per jam. Sedikitnya empat orang tewas dan beberapa cedera terkena puing-puing yang beterbangan.

Joe Curry, pimpinan Pelayanan Bantuan Katholik di Filipina, memberitahu VOA bahwa pihak berwenang tampaknya lebih siap menghadapi topan ini daripada badai tropis Washi tahun lalu, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang.

Para pejabat mengatakan lebih dari 41 ribu orang di daerah-daerah yang sering terkena banjir telah dipindahkan ke tempat-tempat penampungan pemerintah di seluruh Mindanao.

Penduduk di sedikitnya 8 kota tidak memperolah aliran listrik setelah pejabat mematikan aliran ke wilayah tersebut. Sedikitnya 80 penerbangan dalam negeri dibatalkan, sementara kapal-kapal diperintahkan tetap berada di pelabuhan.

Para peramal cuaca mengatakan badai itu diperkirakan akan keluar dari Laut China Selatan sebelum hari Kamis (6/12).

Pihak berwenang Filipina mengatakan mereka telah menimbun persediaan pangan dan peralatan untuk memberikan pertolongan di daerah yang diduga akan dilintasi badai itu.

Recommended

XS
SM
MD
LG