Tautan-tautan Akses

AS

Menlu Tillerson: Saya Tak Pernah Berpikir untuk Tinggalkan Deplu AS


Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson.

Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson membantah beberapa laporan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Menlu AS Rex Tillerson menyampaikan pernyataan kepada wartawan di Departemen Luar Negeri pada hari Rabu (4/10) hari yang sama setelah NBC News melaporkan bahwa ia “sedang di ambang” keputusan untuk mengundurkan diri awal tahun ini, setelah mengalami ketegangan dan frustrasi dengan Presiden Donald Trump selama beberapa bulan, dan hanya bertahan dalam kabinet karena desakan Wakil Presiden Mike Pence.

Presiden Trump juga menanggapi hal itu melalui Twitter dengan mengatakan “NBC News is #FakeNews” dan lebih tidak jujur dibanding CNN. NBC memalukan pemberitaan yang baik. Tidak heran peringkatnya terus turun!”

NBC News melaporkan bahwa Tillerson telah menyebut Trump sebagai seorang yang “bodoh” setelah pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi di Pentagon Juli lalu.

Ketika ditanya langsung tentang komentarnya bahwa Presiden Trump adalah seorang yang “bodoh”, Tillerson mengatakan ia tidak akan menanggapi “hal-hal sepele”.

“Saya tidak akan menanggapi hal-hal remeh seperti itu. Maksud saya, inilah yang tidak saya pahami di Washington DC. Saya tidak berasal dari sini, tetapi dari tempat saya berasal kami tidak mengurusi hal-hal sepele seperti ini. Ini bukan untuk memecah belah. Saya tidak akan menjadi bagian dari upaya memecah belah pemerintahan ini.”

Tillerson memuji Trump dan tujuan-tujuan kebijakan luar negerinya, yang menurutnya menerobos apa yang bisa dicapai.

Laporan NBC News dan pernyataan Tillerson muncul beberapa hari setelah Trump menyatakan akan memberhentikan seorang diplomat tinggi, dengan mengatakan Tillerson “menghabiskan waktunya” dengan berupaya melakukan perundingan dengan pemimpin Korea Utara.

Dalam sejumlah pesan di Twitter, Presiden Trump mencuit “simpan tenaga-mu Rex, kita melakukan apa yang harus dilakukan.”

Di Beijing, Tillerson hari Sabtu (30/9) mengakui bahwa Amerika memiliki saluran-saluran diplomatik langsung untuk melakukan perundingan dengan Pyongyang tentang uji coba rudal balistik dan nuklir Korea Utara. [em/al]

XS
SM
MD
LG