Tautan-tautan Akses

Tentara Ukraina Siap Hadapi Pemberontak Pro-Rusia di Perbatasan 


Seorang tentara Angkatan Bersenjata Ukraina ikut latihan militer di wilayah Kherson, dekat perbatasan dengan Krimea yang dicaplok Rusia, 17 November 2021. (Foto: Angkatan Bersenjata Ukraina via Reuters)
Seorang tentara Angkatan Bersenjata Ukraina ikut latihan militer di wilayah Kherson, dekat perbatasan dengan Krimea yang dicaplok Rusia, 17 November 2021. (Foto: Angkatan Bersenjata Ukraina via Reuters)

Militer Ukraina siap dan mampu menghalau serangan apa pun, kata Oleksander, salah seorang tentara Ukraina yang berdiri di parit hanya beberapa ratus meter dari anggota kelompok separatis pro-Rusia.

Intelijen militer Ukraina pekan lalu mengatakan, Rusia mengumpulkan 92.000 tentara di sekitar perbatasan Ukraina dan bersiap melakukan serangan pada akhir Januari atau awal Februari.

Kepala intelijen luar negeri Rusia, Sabtu (27/11), mengatakan, gagasan itu merupakan “propaganda jahat Amerika Serikat”. Namun, pasukan Ukraina yang mengontrol perbatasan siap menghadapi kemungkinan eskalasi.

“Bila terjadi serangan, kami sudah menyiapkan pertahanan. Kami sudah menyiapkan diri dengan baik. Kami bersiap, semakin hari semakin baik, sambil menimbang berbagai opsi. Kami bisa menghalau serangan tanpa masalah dan kami tidak takut,” kata Oleksander.

Ukraina, yang ingin bergabung dengan aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO), menyalahkan Moskow karena mendukung kelompok separatis dalam konflik di sisi timur negara itu sejak 2014.

Rusia mengatakan, pihaknya curiga Ukraina ingin merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh kelompok separatis secara paksa. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Jumat (26/11), menyatakan pemerintahannya tidak berencana demikian. Ia meganggap retorika Rusia yang menentang upaya Ukraina untuk bergabung dengan NATO mengkhawatirkan.

Ukraina menerima kiriman amunisi AS dan rudal Javelin dalam jumlah besar awal tahun ini. Tentara juga mengatakan mereka memiliki mortir dan drone serang buatan Turki.

“Takut saat seseorang datang ke rumah Anda dan lantas bersembunyi di ruang bawah tanah adalah ide yang buruk. Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Anda harus bangkit dan menghadapinya,” kata Vlad, tentara lainnya. [rd/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG