Tautan-tautan Akses

Taliban Rebut Pangkalan Militer Afghanistan setelah Pertempuran Sengit


Kamp Chenaya di distrik Ghormach, provinsi Faryab. (Foto: dok).
Kamp Chenaya di distrik Ghormach, provinsi Faryab. (Foto: dok).

Militan Taliban merebut sebuah pangkalan militer di Afghanistan Utara.

Jatuhnya Kamp Chenaya di distrik Ghormach, provinsi Faryab, Senin malam (13/8) itu menyusul pertempuran hebat selama dua hari. Para pejabat mengatakan markas Tentara Nasional Afghanistan (ANA) lepas ke tangan militan setelah tentara tidak mendapatkan pasukan tambahan dan dukungan dari udara, serta kehabisan amunisi dan pasokan lainnya.

Para pejabat pemerintah dan militer di kawasan itu Selasa (14/8) mengukuhkan bahwa 40 dari 70 tentara yang ditempatkan di markas tersebut menyerah ke Taliban. Mereka mengatakan selebihnya tewas atau melarikan diri ke kawasan pegunungan di dekatnya sewaktu bentrokan berlangsung.

Jatuhnya Kamp Chenaya itu terjadi sementara pasukan keamanan Afghanistan, dengan bantuan serangan udara dan penasihat militer Amerika, merebut kembali kota strategis di bagian tenggara, Ghazni, setelah pertempuran maut berhari-hari dengan Taliban.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Jawed Ghafoor, mengatakan kepada VOA bahwa pasukan keamanan telah membersihkan beberapa bagian sentral kota dari pemberontak dan bahwa operasi pembersihan masih berlangsung di pinggiran kota Ghazni.

Secara terpisah, gubernur provinsi itu Waheedullah Kalemzai, mengukuhkan bahwa pemberontak telah disingkirkan dari ibukota. Pasukan keamanan Afghanistan sekarang ini sedang melakukan operasi pembersihan di empat kawasan kota dan kehidupan kembali normal di Ghazni.

Belum ada tanggapan langsung dari Taliban.

Pejabat militer telah mengukuhkan mengenai tewasnya 100 tentara dan polisi Afghanistan serta 30 warga sipil sejak Taliban menyerang kota itu hari Jumat, meskipun media setempat melaporkan jumlah korban yang jauh lebih banyak di pihak pasukan pemerintah.

Menteri Pertahanan Jenderal Tariq Shah Bahrami, Senin menyatakan tentara yang didukung serangan udara menewaskan hampir 200 pemberontak, yang di antaranya berkebangsaan Arab, Chechnya dan Pakistan.

Para pejabat PBB menyatakan sedang berupaya memverifikasi laporan bahwa pertempuran untuk merebut Ghazni menyebabkan hingga 150 warga sipil tewas.

Tetapi juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid segera membantah klaim resmi tersebut, seraya menyatakan pemberontak telah mengepung pasukan Afghanistan di beberapa bagian kota. [uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG