Tautan-tautan Akses

Serangan Rusia Hantam Apartemen di Lviv, 4 Tewas


Bangunan yang rusak dihantam roket Rusia di Lviv, Ukraina, 6 Juli 2023. (Layanan Pers/Handout Presiden via REUTERS)
Bangunan yang rusak dihantam roket Rusia di Lviv, Ukraina, 6 Juli 2023. (Layanan Pers/Handout Presiden via REUTERS)

Sebuah rudal Rusia menghantam sebuah bangunan apartemen di Lviv, kota di Ukraina Barat, pada hari Kamis, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai sembilan lainnya.

Wali kota Lviv Andriy Sadovyi mengatakan rudal itu juga merusak sekitar 60 apartemen dan 50 mobil. Sadovyi menggambarkan serangan itu sebagai yang terbesar terhadap infrastruktur sipil kota itu sejak invasi Rusia dimulai tahun lalu.

“Jelas akan ada tanggapan terhadap musuh. Tanggapan nyata,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Telegram.

Lviv berlokasi di dekat perbatasan Ukraina dengan Polandia, jauh dari daerah garis depan di bagian timur dan selatan Ukraina yang menjadi fokus sebagian besar pertempuran belakangan ini antara pasukan Ukraina dan Rusia.

Serangan balasan Ukraina

Dalam wawancara dengan CNN yang ditayangkan Rabu, Zelenskyy mengatakan ia ingin meluncurkan serangan balasan lebih awal, tetapi pilihan waktunya itu bergantung pada diperolehnya bantuan militer dari mitra-mitra Ukraina, AS dan Eropa.

Ukraina memulai serangan balasan bulan lalu, dengan tujuan merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia sejak invasinya dimulai pada Februari 2022.

Pekerja mengeluarkan mobil yang rusak di lokasi yang dihantam rudal Rusia, di Lviv, Ukraina, 6 Juli 2023. (REUTERS/Roman Baluk)
Pekerja mengeluarkan mobil yang rusak di lokasi yang dihantam rudal Rusia, di Lviv, Ukraina, 6 Juli 2023. (REUTERS/Roman Baluk)

Para pejabat Ukraina telah meminta amunisi dan persenjataan yang lebih canggih, termasuk sistem pertahanan udara dan jet-jet tempur, untuk mengimbangi kemampuan militer Rusia.

“Saya menginginkan serangan balasan kami berlangsung jauh lebih awal, karena semua orang mengerti bahwa jika serangan itu dilakukan kemudian, maka wilayah kami yang lebih luas akan ditanami ranjau,” kata Zelenskyy kepada CNN. “Kami memberi waktu dan kesempatan kepada musuh untuk menanam lebih banyak ranjau dan mempersiapkan garis pertahanan mereka.”

Ia menegaskan kembali mengenai alasan bagi Ukraina untuk mendapatkan jet-jet tempur F-16, dengan mengatakan memiliki pesawat tersebut bukan hanya untuk mendapatkan kelebihan di udara, tetapi lebih untuk “mengimbangi” pasukan Rusia.

Denmark pekan lalu mengatakan bahwa pelatihan bagi para pilot Ukraina untuk menerbangkan F-16 telah dimulai. [uh/ab]

Forum

XS
SM
MD
LG