Tautan-tautan Akses

Rusia Pecahkan Rekor Kematian COVID-19 untuk Hari Keempat


Seorang petugas menyemprotkan desinfektan ke stasiun kereta bawah tanah Kievsky di tengah lonjakan kasus COVID-19 di Moskow, Rusia.
Seorang petugas menyemprotkan desinfektan ke stasiun kereta bawah tanah Kievsky di tengah lonjakan kasus COVID-19 di Moskow, Rusia.

Gugus tugas COVID-19 Rusia, Jumat (1/10) melaporkan 887 kematian akibat COVID-19, rekor baru untuk hari keempat berturut-turut. Angka kematian hari Jumat itu memecahkan rekor yang dibuat Kamis dengan 20 kematian.

Gugus tugas itu juga melaporkan 24.522 kasus baru dalam 24 jam terakhir, total kasus tertinggi sejak akhir Juli selagi Rusia mengalami lonjakan besar dalam infeksi.

Kantor berita Associated Press melaporkan Rusia hanya sekali memberlakukan penutupan wilayah nasional selama pandemi, yaitu pada musim semi 2020. Meskipun negara itu belum mengumumkan rencana untuk menerapkannya sekarang, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Jumat (1/10) mengatakan pemerintah “akan melihat perkembangan situasinya. Dinamika itu buruk dan menimbulkan kekhawatiran."

Sebelumnya Jumat, perusahaan farmasi AS Merck mengumumkan pil percobaan COVID-19, yang dikenal sebagai Molnupiravir. Pil ini disebut-sebut mengurangi 50% rawat inap dan kematian pada orang yang baru saja terinfeksi virus corona.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, perusahaan itu mengatakan hasil awal pengujian Fase 3 sangat positif, komite pemantau data independen yang berkonsultasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mempersingkat uji coba itu. Perekrutan pada studi itu dihentikan lebih awal karena hasil-hasil studinya yang positif.

Perusahaan itu mengatakan akan mencari persetujuan dari pejabat kesehatan di AS dan regulator obat di seluruh dunia. Sebagai pil pertama yang bisa digunakan untuk mengobati COVID-19, pil ini merupakan terobosan besar dalam upaya membendung pandemi. Sementara itu, Jumat merupakan batas waktu yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencapai target global negara-negara untuk memvaksinasi 10% populasinya terhadap COVID-19. Wilayah Afrika WHO mengatakan 15 negara di benua itu sudah mencapai tujuan itu. [my/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG