Tautan-tautan Akses

Protes Pemilihan di Rusia, Puluhan Ditangkap 


Kandidat dari partai oposisi Rusia dan pengacara di Yayasan untuk Pemberantasan Korupsi, Lyubov Sobol (tengah) dan kandidat Ivan Zhdanov (kedua dari kiri), berdiri bersama para pengunjuk rasa lainnya di depan garis polisi dalam unjuk rasa di Moskow, Rusia, Minggu, 14 Juli 2019.
Kandidat dari partai oposisi Rusia dan pengacara di Yayasan untuk Pemberantasan Korupsi, Lyubov Sobol (tengah) dan kandidat Ivan Zhdanov (kedua dari kiri), berdiri bersama para pengunjuk rasa lainnya di depan garis polisi dalam unjuk rasa di Moskow, Rusia, Minggu, 14 Juli 2019.

Polisi Rusia menangkap puluhan demonstran di Moskow, termasuk beberapa politisi yang beroposisi, dalam pawai pada Minggu (14/7). Para pengunjuk rasa menuntut kandidat oposisi disertakan dalam surat suara dalam pemilihan anggota dewan kota itu September nanti.

Lebih dari 1.000 orang berkumpul di alun-alun Pushkin sementara kabar pertemuan itu tersebar di media sosial.

Kelompok pemantau protes mengatakan 38 orang ditangkap setelah apa yang umumnya merupakan pawai yang berlangsung damai. Sebagian demonstran berteriak ke arah polisi agar tidak mempermalukan seragam mereka selagi petugas bergerak untuk membubarkan apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai pertemuan ilegal.

Demonstran berbaris di kantor Wali Kota Moskow dan kantor komisi pemilihan.

Pendukung oposisi mengatakan petugas pemilu menuduh mereka memalsukan tanda tangan pada petisi yang menjadi syarat bagi kandidat independen agar namanya masuk dalam surat suara.

Seorang kandidat yang ditangkap pada Minggu, Lyubov Sobol, mengancam akan mogok makan, menuduh pihak berwenang Rusia "mencuri masa depan kami."

Demonstran lain menyebut Presiden Vladimir Putin "pencuri" dan menuntutnya mundur.

Pemilihan diadakan September untuk menduduki jabatan pemerintahan di Moskow dan badan legislatif kota itu dan kota-kota lain.[ka/ft]

XS
SM
MD
LG