Tautan-tautan Akses

Protes Kekerasan terhadap Media di Rusia, Tiga Wartawan Ditangkap 


Seorang jurnalis memegang poster yang bertuliskan "Kamu lah yang agen asing" dalam sebuah gerakan solidaritas dengan sesama rekan media, yang baru saja dicap sebagai agen asing oleh pemerintah Rusia, di depan kantor Federal Keamanan Rusia pada 21 Agustus 2021. (Foto: AFP)
Seorang jurnalis memegang poster yang bertuliskan "Kamu lah yang agen asing" dalam sebuah gerakan solidaritas dengan sesama rekan media, yang baru saja dicap sebagai agen asing oleh pemerintah Rusia, di depan kantor Federal Keamanan Rusia pada 21 Agustus 2021. (Foto: AFP)

Polisi Moskow pada hari Rabu (8/9) menangkap tiga wartawan yang berdemonstrasi di depan Kementerian Kehakiman Rusia memprotes tindakan keras pihak berwenang baru-baru ini terhadap media-media independen, demikian menurut saluran televisi independen Rusia Dozhd.

Irina Dolinina, Alesya Marokhovskaya dan Polina Uzhvak dari kantor media Vazhniye Istorii datang ke kementerian itu untuk memprotes label yang diberikan kepada beberapa kantor media independen baru-baru ini – termasuk Dozhd dan Vazhniye Istorii – sebagai “agen asing.”

Penetapan itu membawa konotasi merendahkan yang kuat dan dapat mendiskreditkan, serta menyiratkan pengawasan tambahan yang dilakukan pemerintah.

Ketiga wartawan itu menuntut pihak berwenang untuk menghapus undang-undang yang mengizinkan media dan wartawan dicap sebagai “agen asing.”

Mereka membawa spanduk kecil bertuliskan “Tidak Ada Agen Asing, Yang Ada Wartawan,” juga spanduk lain yang menjelaskan disclaimer atau sangkalan bahwa media yang ditetapkan sebagai “agen asing” wajib menambahkan konten apapun yang mereka produksi dan wajib mengungkapkan status mereka.

Polisi dan tentara nasional Rusia tampak menggunakan masker saat berjalan di Red Square di pusat kota Moskow pada 18 Juni 2021. (Foto: AFP)
Polisi dan tentara nasional Rusia tampak menggunakan masker saat berjalan di Red Square di pusat kota Moskow pada 18 Juni 2021. (Foto: AFP)

Media independen, wartawan, pendukung oposisi dan aktivis HAM di Rusia menghadapi tekanan yang meningkat menjelang pemilihan parlemen yang akan dilaksanakan pada 19 September, yang secara luas dipandang sebagai bagian penting dari upaya Presiden Vladimir Putin untuk memperkuat kekuasaannya sebelum pemilihan presiden berikutnya tahun 2024.

Gelombang tekanan itu telah memicu demonstrasi di Moskow. Sekitar dua minggu lalu, 12 wartawan ditahan sebentar setelah menyampaikan protes tentang undang-undang “agen asing” di depan kantor Federal Security Service FSS Rusia. Sebuah demonstrasi yang lebih kecil berlangsung di ibu kota Rusia Sabtu lalu (4/9).

Kremlin menyangkal bahwa pihaknya telah membatasi kebebasan pers dan bersikeras bahwa penetapan “agen asing” tidak melarang operasi kantor-kantor media. [em/lt]

XS
SM
MD
LG