Tautan-tautan Akses

Produksi Industri Jepang Anjlok Akibat Bencana


Gempa bumi dan tsunami 11 Maret mengakibatkan produksi di berbagai sektor, termasuk otomotif, tersendat-sendat.
Gempa bumi dan tsunami 11 Maret mengakibatkan produksi di berbagai sektor, termasuk otomotif, tersendat-sendat.

Penurunan produksi Jepang sebesar 15 persen ini jauh lebih tinggi daripada yang semula diperkirakan oleh banyak pakar ekonomi.

Jepang mengatakan gempa bumi dan tsunami bulan lalu telah mengakibatkan produksi perindustrian anjlok 15,3 persen bulan Maret. Ini merupakan salah satu penurunan paling tajam dalam sejarah industri Jepang.

Kedua bencana mengakibatkan banyak pabrik tak dapat beroperasi, memacetkan rantai pemasokan dan dengan parah menghentikan penyediaan energi.

Penurunan 15 persen tersebut jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan semula oleh banyak pakar ekonomi.

Sementara itu, Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko berkunjung ke daerah Miyagi yang dilanda bencana, Rabu, untuk meninjau kerusakan akibat gempa dan menghibur korban yang selamat. Ribuan orang tewas di Miyagi, yang menderita kerugian kira-kira 80 miliar dolar akibat kerusakan harta benda.

Para pekerja meneruskan upaya memindahkan air yang mengandung zat radioaktif dari enam reaktor di pembangkit nuklir Fukushima. Sarana tersebut telah membocorkan radiasi sejak gempa bumi dan tsunami 11 Maret.

Televisi nasional NHK mengatakan ada kemungkinan air bocor dari kolam di mana batangan bahan bakar bekas disimpan di reaktor Nomor Empat. Laporan tersebut mengatakan batangan bahan bakar harus disimpan dengan tertutup air supaya tidak mencapai suhu terlalu panas dan lalu melepaskan radiasi yang berbahaya.

XS
SM
MD
LG